PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) untuk periode 2025–2026.
Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Katma F. Dirun menekankan pentingnya FPK sebagai wadah pemersatu dalam keberagaman etnis dan budaya masyarakat Kalimantan Tengah.
“FPK bukan hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi motor penggerak aksi nyata di tengah masyarakat. Kegiatan FPK harus mampu melibatkan berbagai elemen anak bangsa dalam semangat persatuan,” tegas Katma, Sabtu 26 April 2025 di Palangka Raya.
Ia juga mengingatkan perlunya efisiensi dalam penyusunan program kerja FPK di tengah kondisi fiskal yang menuntut penghematan anggaran. Meski demikian, Katma menekankan bahwa efektivitas tetap harus menjadi prioritas dengan mengedepankan sinergi dan inovasi.
Dalam forum tersebut, peserta rapat menyepakati tiga nama calon Ketua FPK Kalteng yang akan diajukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah, yaitu Elkan Dedy, Andi Bustan, dan Rosna Dewita. Ketiganya dinilai memiliki komitmen tinggi dan jejaring luas, termasuk ke lingkup pemerintahan daerah.
Ketua FPK periode 2023–2024, Wahyudi F. Dirun, turut memberikan usulan program kerja yang mencakup konsolidasi internal, sosialisasi pembauran kebangsaan, serta pendataan anggota paguyuban di seluruh wilayah Kalteng. Ia juga mengusulkan agar nama-nama mantan Ketua FPK dimasukkan dalam dewan penasehat sebagai bentuk kesinambungan organisasi.
Rapat juga memunculkan sejumlah gagasan strategis, seperti pembentukan Bidang Internal serta Koordinator Wilayah (Korwil) di tiap kabupaten/kota, serta usulan pemanfaatan aset pemerintah daerah yang tidak terpakai sebagai sekretariat tetap FPK.
Kegiatan ditutup oleh Wahyudi F. Dirun yang mengingatkan pentingnya percepatan administrasi untuk mengajukan audiensi resmi dengan Gubernur Kalimantan Tengah. Rangkaian rapat kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post