PALANGKA RAYA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyambut baik rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengevakuasi warga sipil dari Gaza, Palestina ke Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak.
“Ini bukan masalah sederhana. Kita punya sekurangnya dua persoalan besar,” ujar Gus Yahya usai memberikan arahan kepada jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Kalimantan Tengah di Aula Hotel Bahalap, Senin 14 April 2025.
Menurutnya, persoalan pertama adalah kondisi kemanusiaan di Gaza yang sangat memprihatinkan. “Gaza ini sudah bukan tempat yang layak untuk hidup,” ujarnya.
Persoalan kedua, lanjut Gus Yahya, adalah terkait martabat dan kedaulatan bangsa Palestina. Ia menilai inisiatif evakuasi tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh satu negara saja.
“Tidak mungkin suatu negara membuat inisiatif ini sendirian. Maka penting sekali membangun suatu kerangka kerja multilateral,” tegasnya.
Meski demikian, Gus Yahya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo yang dinilainya serius dalam menangani krisis di Gaza.
“Saya pribadi maupun PBNU mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang dengan sangat intens melakukan komunikasi internasional,” tutupnya.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post