PALANGKA RAYA – Untuk menjaga stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng kembali menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang di beberapa kabupaten dan kota di Kalteng.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya.
Pasar murah dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, di Halaman Kantor Kelurahan Kumai Hilir, Kabupaten Kotawaringin Barat. Sementara itu, pejabat dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota mengikuti kegiatan ini secara virtual dari lokasi pasar murah di daerah mereka.
Total sebanyak 9.500 paket sembako disediakan Pemprov Kalteng pada pasar murah kali ini. Pembagian paket sembako dilakukan di beberapa lokasi sebagai berikut:
- Kabupaten Kotawaringin Barat menyediakan 4.000 paket, yang dibagi ke beberapa kelurahan, yaitu Kelurahan Kumai Hilir, Kumai Hulu, Sidorejo, dan Mendawai, masing-masing 1.000 paket.
- Kabupaten Lamandau menyediakan 2.000 paket di Kecamatan Bulik.
- Kabupaten Sukamara menyiapkan 2.000 paket di Kecamatan Pantai Lunci.
- Kabupaten Kotawaringin Timur menyediakan 500 paket di Kelurahan Baamang Hilir.
- Kota Palangka Raya menyediakan 1.000 paket di Kelurahan Pahandut dan Langkai, masing-masing 500 paket.
Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga barang pokok dan mengendalikan inflasi, terutama pada periode menjelang Natal dan Tahun Baru, di mana permintaan barang-barang konsumsi cenderung meningkat.
“Meningkatnya permintaan dapat menyebabkan lonjakan harga yang memberatkan masyarakat, terutama yang berpendapatan rendah. Melalui pasar murah ini, kami ingin menyediakan barang-barang pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Gubernur Sugianto, Senin (30/12).
Lebih lanjut, Gubernur menambahkan bahwa pasar murah ini juga bertujuan untuk memberikan akses langsung bagi masyarakat agar dapat membeli barang dengan harga yang wajar, sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang liburan akhir tahun.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap tantangan ekonomi masyarakat, Pemprov Kalteng memutuskan untuk menggratiskan seluruh paket sembako yang semula dijual dengan harga tebus Rp 20.000 per paket. Setiap paket sembako berisi 10 kg beras, 1 kg gula, dan 1 liter minyak goreng dengan nilai jual per paket sebesar Rp 209.000. Dengan subsidi sebesar Rp 189.000 per paket, masyarakat dapat memperoleh paket sembako tanpa harus membayar.
“Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat, serta membantu menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di Kalteng,” ujar Gubernur.
Gubernur Sugianto juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalteng yang telah berpartisipasi aktif dalam Pilkada Serentak yang berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa tanggung jawab. Ia berharap, melalui pasar murah ini, masyarakat Kalteng dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama menjelang akhir tahun.
Dengan langkah ini, Pemprov Kalteng berharap dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga kestabilan ekonomi daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post