PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Sugianto Sabran, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan diluncurkannya program kuliah gratis bagi 10.000 siswa dan program sekolah gratis pada kegiatan Jambore Pendidikan dan Jambore Pemuda, di GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya, Sabtu (26/10) malam.
Selain program kuliah gratis dan sekolah gratis, kegiatan tersebut juga menyerahkan beberapa bantuan secara simbolis, seperti Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), tunjangan khusus guru daerah terpencil, panel surya, starlink, laptop, dan bantuan untuk organisasi masyarakat dan pemuda.
Gubernur Sabran berpesan kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk mensosialisasikan program kuliah dan sekolah gratis kepada seluruh orang tua murid, sehingga anak-anak mereka dapat terus berkuliah dan memiliki kemampuan yang lebih baik. “Para pemuda juga harus memiliki semangat, jiwa petarung, tekad, dan keberanian untuk meraih mimpi serta menggali potensi diri,” pesan Sugianto.
Ketua TP PKK Kalteng, Ivo Sugianto Sabran, menegaskan bahwa pendidikan menjadi fokus utama pemerintah Kalteng dalam meningkatkan SDM yang berkualitas. Disdik Kalteng meluncurkan beberapa program, seperti bantuan stimulan pendidikan dan bantuan biaya pendidikan gratis 10.000 bagi para siswa yang akan melanjutkan kuliah.
”Di Disdik ada program TABE, bantuan stimulan pendidikan, dan bantuan stimulan bagi para mahasiswa yang mempunyai usaha untuk mendorong mereka menjadi entreprenuer, dan juga bantuan biaya pendidikan gratis 10.000 bagi para siswa yang akan melanjutkan kuliah dan dibiayai tentunya sampai selesai,” beber Ivo. Plt Kepala Disdik Kalteng, M. Reza Prabowo, menyebut bahwa program kuliah gratis dan sekolah gratis ini pertama kali diluncurkan di Indonesia.
Ada kerjasama dengan 32 perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Kalteng untuk memberikan kuliah gratis bagi 10.000 mahasiswa. Ini akan mengurangi sepertiga dari lulusan SMA di wilayah tersebut. Sebagai informasi pada kegiatan ini Pemprov Kalteng memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai Rp12.753.500.000.
Kemudian diserahkan tunjangan khusus guru daerah terpencil Rp4.860.000.000 dengan masing-masing Rp750.000 per bulan, sekolah gratis untuk 97.628 siswa jenjang SMA/SMK/SLB. Selain itu, ada juga dilakukan penyerahan panel surya 63 unit untuk sekolah terpencil Rp6.164.100.000, starlink untuk sekolah terpencil 75 unit Rp3.000.000.000, laptop untuk seluruh kepala sekolah 416 unit Rp9.152.000.000.
Lalu, ada penyerahan papan tulis interaktif 1.238 unit Rp247.600.000.000, motor KLX untuk sekolah terpencil yang berprestasi 10 unit Rp36.800.000 speed boat 4 unit untuk sekolah terpencil Rp1.400.000.000, perahu atau klotok 16 unit untuk sekolah terpencil Rp2.200.000.000. Ada juga bantuan Organisasi Masyarakat dan Pemuda (OKP) dan Himma Kalteng Rp4.150.000.000; serta bantuan 1 unit bus sekolah SMA 2 Seruyan.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post