SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan agar seluruh tenaga pendidik tidak bosan-bosannya memberikan pemahaman dan mengingatkan terkait bahaya narkoba kepada seluruh peserta didik di sekolah masing-masing.
“Sebagai agen penggiat anti narkoba di Kotum, dalam setiap pertrmuan atau ada perkumpulan, saya mengingatkan tidak bosan-bosannya mengajak bapak ibu guru semua yang hadir untuk terus kobarkan bendera perang terhadap bahaya narkoba,”bkata Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Prapti Budi Astuti, Minggu 27 Oktober 2024.
Dirinya mengajak agar tenaga pendidik memberikan pemahaman dan edukasi kepada seluruh peserta didik keluarga serta masyarakat umumnya untuk selalu mengatakan tidak pada narkoba dan menyatakan perang terhadap narkoba.
“Karena dengan adanya narkoba akan hilang masa emas Indonesia dan keberadaan narkoba yang sudah mengkhawatirkan ini terutama bagi kita sebagai tenaga pendidik memiliki peran besar untuk mencegah peredarannya khususnya di kalangan pelajar,” tegasnya.
Terutama harus diingat, remaja dan anak muda yang menggunakan narkoba berisiko lebih besar mengalami masalah perilaku, perilaku kekerasan, pikiran untuk bunuh diri, percobaan bunuh diri, dan perilaku menyakiti diri sendiri.
“Karena obat-obatan terlarang bisa mengganggu perkembangan otak orang-orang berusia muda, risiko mereka mengalami gangguan kesehatan mental pun meningkat. Studi menunjukkan bahwa penggunaan narkoba bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar,” bebernya.
Tambahnya, masyarakat dan tenaga pendidik harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ini dapat dilakukan melalui pembentukan kelompok-kelompok yang fokus pada pencegahan narkoba, penyuluhan, dan dukungan bagi remaja dan keluarga yang membutuhkan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post