SAMPIT – Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Prapti Budi Astuti menyampaikan, budaya literasi erat kaitanya dengan membaca karya sastra. Namun rendahnya minat baca membuat peserta didik seringkali tidak menghiraukan adanya keberadaan budaya literasi dan karya sastra.
“Budaya literasi dimasukkan ke dalam proses pembelajaran karena dinilai sangat mampu membantu peserta didik dalam meningkatkan pengetahuannya, namun saat ini kondisi minat baca masyarakat terutama di kalangan peserta didik mengkhawatirkan,” ujarnya, Minggu 27 Oktober 2024.
Ditambah lanjutnya, dengan minimnya ketersediaan buku-buku bacaan oleh pemerintah. Menanggapi permasalahan ini perlu adanya solusi atau tindakan perbaikan untuk membangkitkan kembali budaya literasi yang sangat erat kaitanya dengan membaca karya sastra.
“Hhal ini sejalan dengan tujuan utama pada pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi meluncurkan program sastra masuk sekolah,” bebernya.
Peluncuran ini menandakan komitmen ristek dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi yang menjadi salah satu tujuan utama gerakan Merdeka Belajar. Program ini juga mendorong guru untuk memanfaatkan karya-karya sastra sebagai salah satu cara untuk meningkatkan minat baca dan literasi.
Kemampuan literasi yang lebih tinggi bagi pelajar dan juga mampu mengolah literasi serta memahami makna yang terkandung dalam suatu teks. “Kemampuan ini sangat diperlukan oleh anak-anak dalam tahapan pembelajaran dan menjadi bekal yang sangat berguna untuk kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan formal,” tegasnya.
Pembuatan sastra tambah Prapti, dalam upaya peningkatan literasi di sekolah merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka. Hal ini sebagai upaya untuk membangun kompetensi dan karakter murid tidak hanya membaca tetapi juga daya serap dan empati yang berdampak pada terwujudnya generasi berkarakter, profil pelajar Pancasila serta meningkatkan kreativitas guru dan imajinasi murid.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post