PALANGKA RAYA – Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, awal musim kemarau di Kalimantan Tengah telah dimulai sejak Dasarian II Juli 2024. Musim kemarau diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan, atau sekitar sembilan puluh hari.
Dalam menghadapi potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla. BPBD juga telah membentuk Pos Lapangan Satuan Tugas Pengendali Karhutla di tingkat Desa/Kelurahan/Kecamatan yang rawan terjadinya karhutla, sebagai langkah kesiapsiagaan.
Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menjelaskan pentingnya kesadaran dan kerja sama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. “Kesiapsiagaan ini dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi dan mencegah akibat yang ditimbulkan, guna meminimalisir dampak kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan,” ungkap Toyib, Selasa 20 Agustus 2024.
Pelibatan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam pencegahan karhutla. Toyib menyebutkan, masyarakat akan dilibatkan dalam setiap kegiatan pencegahan yang dilakukan oleh BPBPK Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota. Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI/Polri di tingkat Kecamatan akan terlibat dalam sosialisasi, edukasi, patroli pencegahan, serta pemadaman dini karhutla. “Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan adalah kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan karhutla,” tegas Toyib.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post