PALANGKA RAYA – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini menerima kunjungan kerja dari Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian. Kunjungan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh Wakil Kepala BRIN ke Provinsi Kalteng. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau progres lapangan dan pelaksanaan kerja sama antara BRIN dan Dinas TPHP, serta menyampaikan materi pada Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pengelolaan Smart Greenhouse di M Bahalap Hotel, Palangka Raya.
Amarulla Octavian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah dan seluruh jajaran yang telah berperan sebagai inisiator dalam pelaksanaan Kolaborasi Riset Sustainable Smart Greenhouse (Smart Farming System) untuk komoditas hortikultura.
“Smart Farming menawarkan berbagai solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi sektor pertanian modern di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Hj. Sunarti, menjelaskan bahwa kerja sama ini digagas oleh Dinas TPHP untuk memastikan Smart Greenhouse yang dibangun dengan anggaran APBD dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
“Implementasi teknologi smart farming dan greenhouse memiliki peluang ekonomi dan keberlanjutan, dengan potensi peningkatan produktivitas tanaman yang berujung pada hasil yang lebih tinggi. Dengan adanya teknologi ini, petani dapat memanfaatkan greenhouse untuk diversifikasi produk, khususnya tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi seperti sayuran organik dan buah-buahan,” ucap Sunarti.
Tahun 2024 ini, Dinas TPHP Kalteng menjalin kerja sama dengan Organisasi Riset Energi dan Manufaktur – BRIN melalui kontrak swakelola tipe II untuk program “Kolaborasi Riset Sustainable Smart Greenhouse (Smart Farming System) Komoditas Hortikultura”. Kontrak kerja sama ini telah ditandatangani pada tanggal 8 Juli 2024 di Tangerang, Jawa Barat.
Kerja sama ini meliputi pembangunan Smart Greenhouse untuk komoditas hortikultura serta perumusan strategi manajemen untuk keberlanjutan fungsi greenhouse berbasis teknologi informasi. Beberapa kegiatan dalam program kerja sama ini termasuk Participatory Rural Appraisal (PRA) Pengelolaan Smart Greenhouse, Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Smart Greenhouse, Riset Sustainable Smart Greenhouse (penilaian keberlanjutan dan life cycle assessment), Pemetaan Kesesuaian Lahan, Bimbingan Teknis kepada Kelompok Tani Hortikultura, dan Pendampingan Penerapan Teknologi Budidaya melalui Smart Farming.
Program ini akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Agustus hingga akhir November 2024, bertujuan untuk memastikan pembangunan Smart Greenhouse dapat dimanfaatkan secara maksimal, dikelola secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi pembangunan pertanian di Provinsi Kalteng.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post