PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) memiliki makna yang penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi insan pendidikan. Di hari spesial tersebut, mereka mengekspresikan rasa syukur dan persembahan terhadap para pahlawan pendidikan.
Tak hanya itu, di hari kebanggaan tersebut pula, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengumumkan peluncuran beasiswa Tabungan Beasiswa Berkah (TABE). Beasiswa ini diluncurkan bertepatan dengan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, TABE memberikan kesempatan bagi mahasiswa kurang mampu untuk menggapai cita-cita mereka di dunia pendidikan.
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, menyatakan bahwa program jaminan kuliah dapat memberikan rasa aman bagi mahasiswa yang kurang mampu dan memperjuangkan akses pendidikan di berbagai daerah. “Program TABE dan jaminan kuliah dari Pemprov Kalteng ini memberikan contoh bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara Indonesia dan harus diakses oleh semua orang, tidak terkecuali bagi mereka yang kurang mampu,” ujar Gubernur Sugianto Sabran, Kamis 2 Mei 2024.
Lanjutnya, sebagai masyarakat yang memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, pemerintah harus memperjuangkan hak-hak akses pendidikan di setiap level. Sebanyak 13.113 mahasiswa menerima TABE sebesar Rp 7,5 juta per orang atau total anggaran sebesar Rp 98,4 miliar untuk menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Inisiatif TABE ini dipercaya mampu memberikan keberkahan tersendiri bagi mahasiswa Kalteng yang selama ini terkendala oleh biaya pendidikan.
Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat Kalteng, Pemprov Kalteng juga memperkenalkan program jaminan kuliah. Dalam program yang diklaim meningkat secara signifikan pada tahun 2024 ini, Pemprov Kalteng menganggarkan dana bantuan pendidikan sebesar Rp 5 miliar (2022), Rp 8,5 miliar (2023), dan Rp 153,5 miliar (2021).
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post