PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo mengumumkan bahwa selama tahun 2023 lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah berhasil mencapai berbagai pembangunan dan prestasi yang sangat membanggakan.
Edy mengungkapkan prestasi tersebut pada Rapat Paripurna DPRD Kalteng ke 3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024, dengan agenda mendengarkan LKPj Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2023, Senin 25 Maret 2024.
Menurut Edy, Pemprov Kalteng berhasil mencapai sejumlah capaian pembangunan di tahun 2023 sebagai implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD). Salah satu capaian tersebut adalah selesainya pembangunan dan mulai beroperasinya Rumah Sakit Kelas B di Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.
“Rumah sakit yang dibangun dengan skema pendanaan Multi Years Contract tersebut akan menjadi rumah sakit rujukan lima kabupaten di wilayah barat Provinsi Kalteng, yakni Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, dan Seruyan,” sebut Wagub Edy.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga berhasil menyelesaikan pembangunan atau renovasi Bundaran Besar Palangka Raya sebagai upaya bersama membangun serta mewujudkan Kalteng Makin BERKAH, dalam rangka pengembangan kawasan sejarah yang modern.
Tak hanya itu, Pemprov Kalteng berhasil mempertahankan capaian prestasi dalam penilaian opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan posisi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan tahun berturut-turut.
“Pemprov juga meraih penghargaan BerAKHLAK sebagai juara satu tingkat nasional dengan indeks implementasi ‘Harmonis’ kategori Pemerintah Daerah Provinsi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB),” tambah wagub.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga berhasil menempati peringkat keenam dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional Tahun 2023. Dan yang terakhir, Pemprov Kalteng berhasil menerima penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Menteri Ketenagakerjaan RI.
Kemudian, Edy menyampaikan bahwa K3 merupakan segala upaya untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja serta pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit menular di tempat kerja.
“Prestasi yang berhasil diraih oleh Pemprov Kalteng di tahun 2023 menunjukkan bahwa komitmen yang dilakukan dalam melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) telah berhasil diwujudkan,” ungkapnya.
Sementara itu, terhadap laporan pengelolaan keuangan daerah Kalteng, dimana realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2023 mencapai Rp 6,730 Triliun atau 101,96 persen dari target Rp 6,601 Triliun yang ditetapkan. Adapun realisasi PAD Kalteng hingga tanggal 31 Desember 2023 mencapai Rp 2,589 Triliun lebih atau 106,48 persen dari target Rp 2,432 Triliun lebih.
“Sementara itu, dana transfer terealisasi sebesar Rp 4,128 Triliun lebih atau terealisasi 99,17 persen dari target Rp 4,162 Triliun lebih,” sebut Edy. Kemudian, dalam memanfaatkan anggaran APBD, Edy menegaskan bahwa penggunaan anggaran selalu mengedepankan makna efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Dalam hal ini, Edy mempersilakan masyarakat untuk melihat laporan tentang penggunaan anggaran APBD 2023 pada LKPj Tahun 2023. “Namun, perlu diingat bahwa pelaporan keuangan masih bersifat makro dan belum final, karena saat ini masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” imbuh Edy.
Oleh karena itu Edy menyebutkan, pada waktu yang tepat, laporan pertanggungjawaban keuangan akan dilaporkan kepada DPRD Kalteng secara tersendiri melalui rapat paripurna selanjutnya. Edy menyampaikan tentang realisasi PAD dan dana transfer pada tahun 2023 memberikan gambaran tentang kinerja keuangan daerah Kalteng.
“Melalui laporan ini, instansi terkait dapat memantau pengelolaan keuangan daerah dengan lebih transparan dan akuntabel, sehingga tercipta tata kelola keuangan yang baik untuk pembangunan berkelanjutan di daerah Kalteng,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post