PALANGKA RAYA – Pada tahun 2023, Provinsi Kalimantan Tengah di sektor jasa keuangan menunjukkan pertumbuhan yang kokoh dan positif hingga November 2023, sejalan dengan dinamika ekonomi global. Hal ini dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng) dalam laporannya.
“Sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi yang cukup besar terutama dalam meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat melalui sentra pengembangan budidaya di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan,” ujar Otto Fitriandy, Kepala OJK Kalteng, Selasa, 23 Januari 2024.
Ia menambahkan OJK Kalteng bersama dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah berupaya untuk menciptakan kluster-kluster sektor prioritas dengan dukungan dari Lembaga Jasa Keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan hingga ke seluruh wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). OJK Kalteng menjalin kerjasama dengan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) guna mencegah kegiatan usaha Tanpa Izin di Sektor Jasa Keuangan.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness dan edukasi kepada masyarakat mengenai aktivitas keuangan ilegal yang perlu dihindari oleh masyarakat,” imbuh Otto.
Sementara itu, dalam sektor Perbankan, pertumbuhan cukup signifikan terjadi pada Bank Umum konvensional maupun syariah di Provinsi Kalimantan Tengah. Per November 2023, aset Bank Umum tumbuh sebesar 15,08 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 14,74 persen (yoy), dan Kredit meningkat sebesar 9,02 persen (yoy) dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan) sebesar 1,47 persen.
Porsi kredit tertinggi adalah Kredit Konsumsi dengan jumlah sebesar Rp17,88 triliun dengan 5 sektor utama yaitu pertanian, perburuan dan kehutanan, untuk pemilikan peralatan rumah tangga, perdagangan besar dan eceran, untuk pemilikan rumah tinggal, dan industri pengolahan.
“5 Kabupaten/Kota yang paling banyak menyalurkan kredit di Provinsi Kalimantan Tengah adalah Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Barito Utara,” sebut Otto.
Secara keseluruhan, perkembangan sektor jasa keuangan menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat di Kalimantan Tengah, terutama dalam meningkatkan konektivitas ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah 3T. Oleh karena itu, langkah-langkah OJK Kalteng dan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan harus terus didukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post