PALANGKA RAYA – Pemerintah Indonesia saat ini sedang dalam proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan. Proses pemindahan ini adalah upaya besar dan kompleks yang akan membawa banyak perubahan bagi seluruh Indonesia. Salah satu alasan utama dari perpindahan ini adalah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata melalui membangun sebuah “pusat gravitasi” ekonomi baru di tengah Indonesia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Leonard S. Ampung menjelaskan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan akan menjadi pusat dan lokomotif pertumbuhan ekonomi baru di masa depan. Sebagai pusat gravitasi ekonomi baru, IKN akan memberikan dampak positif bagi Indonesia, yang sebelumnya terlalu fokus pada Jawa Sentris.
“Menempatkan IKN di Kalimantan akan membantu memaksimalkan potensi sumber daya daerah dan membangun ekonomi nasional yang lebih inklusif,” ujarnya, di Palangka Raya, Jumat, 5 Januari 2024.
Menurut Leonard, Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi daerah mitra bagi IKN. Hal ini akan membentuk kawasan tertentu untuk pembangunan dan pengembangan Superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara. Perkembangan IKN akan memberikan peluang yang besar bagi Kalimantan Tengah di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, supply chain industri, produk UMKM, dan lain sebagainya.
“Peluang-peluang ini akan menambah daya tarik investasi dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata,” imbuhnya.
Proses pemindahan ibu kota ke Kalimantan adalah pengalaman yang sangat besar dan mengasah kemampuan Indonesia dalam mengelola proyek mega. Namun, jika pemindahan berhasil dilakukan, maka Indonesia akan mewujudkan impian untuk menjadi negara yang lebih inklusif dan merata, serta membangun “pusat gravitasi” ekonomi baru. IKN di Kalimantan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang akan membuka peluang baru bagi seluruh Indonesia.
“Penting bagi kita untuk mendukung dan mengambil manfaat dari kesempatan besar ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih merata dan inklusif dari segi ekonomi,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post