PALANGKA RAYA- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Bahasa Kalteng telah meluncurkan buku cerita anak dwibahasa untuk memperkenalkan bahasa Dayak pada generasi muda. Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis, mengatakan bahwa dari target awal 58 buku, kini sudah 70 buku berhasil diterbitkan.
“Proses pembuatan buku cerita anak dwibahasa merupakan perjalanan panjang dan melibatkan berbagai tahap seperti pengadaan bimbingan teknis kepenulisan, pembuatan ilustrasi, survei keterbacaan, penyuntingan, hingga persiapan untuk naik cetak,” ujarnya, Selasa, 26 Desember 2023.
Ia menambahkan para penulis yang terlibat dalam pembuatan buku tersebut berasal dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dan menggunakan berbagai bahasa daerah seperti Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Dayak Sampit, Dayak Ot Danum (Kadorih), Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, dan Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin.
Sasarannya adalah anak-anak tingkat TK/PAUD dan SD kelas awal dengan harapan dapat membangun semangat membaca dan literasi di kalangan anak-anak.
Dia menyayangkan, banyak anak-anak di Kalteng yang tidak terbiasa berbahasa daerah, sehingga ia berharap dengan peluncuran buku cerita dwibahasa, dapat memperkenalkan dan membangkitkan minat anak-anak terhadap bahasa daerah.
“Balai Bahasa Kalteng memiliki komitmen untuk terus mengembangkan dan mendukung dunia literasi, khususnya dalam bahasa daerah. Pada tahun 2024 mendatang, target untuk penerbitan buku cerita anak adalah sebanyak 70 buku,” ungkapnya.
Sebagai tambahan informasi, saat ini telah dibuka pendaftaran seleksi peserta bimbingan teknis penulisan cerita anak berbahasa daerah. Pendaftaran dapat dilakukan hingga 25 Januari 2024. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di sosial media Instagram balaibahasakalteng.
Melalui upaya melestarikan bahasa daerah pada generasi muda, diharapkan kekayaan budaya Indonesia tetap terjaga dan bangkit kembali.
“Kita semua juga dapat turut berpartisipasi dalam mempromosikan dan melestarikan bahasa daerah melalui tindakan kecil seperti menggunakan bahasa daerah pada percakapan sehari-hari dengan keluarga dan teman,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post