PALANGKA RAYA – Kenakalan remaja bukanlah hal yang asing lagi di masyarakat. Namun, diperlukan sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan dalam mencegahnya. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas P3PPKB Kalteng, Linae Victoria Aden yang menyebutkan bahwa pola asuh dimulai dari keluarga dan menjadi kunci dalam membentuk karakter anak.
“Orang tua bukan hanya mengasuh, tetapi juga menjadi role model bagi anak-anak mereka,” ujarnya, Rabu 29 November 2023. Linae menambahkan PTketika anak-anak masuk ke dalam lingkungan sekolah, pola asuh tidak hanya terbatas di dalam rumah. Para pendidik memiliki peran yang tak kalah penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua dan guru dalam mendidik anak-anak agar memiliki minat untuk mengikuti kegiatan yang bersifat positif. Kenakalan remaja tidak hanya karena pola asuh, tetapi juga karena kurangnya pengawasan. Oleh karena itu, terdapat upaya dari Dinas P3PPKB untuk memberikan edukasi dan sosialisasi bersama dengan stakeholder lain, seperti TP-PKK, Dharma Wanita, dan BKKBN agar anak-anak memahami betapa pentingnya perilaku yang baik dan mengikuti kegiatan yang positif.
“Edukasi dan sosialisasi tidak hanya memfokuskan pada kenakalan remaja, tetapi juga pada perilaku buruk lainnya, seperti kekerasan terhadap anak dan perkawinan usia dini. Sinergi antara dinas-dinas terkait, OPD, dan pimpinan menjadi kunci dalam menyelesaikan permasalahan ini,” sebutnya.
Dalam hal korban bullying, Dinas P3PPKB juga memberikan pendampingan psikologis bagi mereka. Korban bisa melakukan pengaduan melalui UPT yang sudah tersedia maupun melalui website atau hotline yang disediakan. Namun, pendampingan bukan hanya dari segi psikologis, tetapi juga dari segi sosial dan pengawasan agar korban tidak mengalami perlakuan yang sama di masa depan.
Dalam konklusi, membentuk karakter anak bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung harus bersinergi dalam memberikan pendidikan dan pola asuh yang positif. “Dengan demikian, kita dapat mencegah perilaku buruk dan kenakalan remaja serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post