PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran mengatakan bahwa saat ini Kalteng sedang menghadapi berbagai hal yang harus ditangani secara simultan, pandemi Covid-19 belum berakhir, kenaikan BBM, muncul inflasi hingga banjir.
Sugianto juga menyebutkan untuk pasca banjir nantinya, dia meminta agar semua elemen masyarakat fokus kendalikan inflasi, diantaranya merubah gaya hidup konsumtif menjadi kreatif dalam menghadapi inflasi yang masih melanda saat ini.
Salah satunya dengan memperkuat ketahanan pangan sebagai antisipasi kenaikan inflasi. Sugianto Sabran menginstruksikan seluruh elemen untuk memanfaatkan lahan dengan menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomis.
“Inflasi penting kita kendalikan. Kepada Bupati Lamandau, TNI/Polri, serta seluruh ASN di Kalteng agar mendukung menanam bibit-bibit sayuran di pekarangan rumah seperti cabe rawit, cabe merah, cabe keriting, bawang merah, tomat, kacang panjang, timun dan lain-lain. Manfaatkan tanah kita yang subur. Bibit dari Pemerintah provinsi, pupuk sama-sama kita bantu dari anggaran provinsi dan daerah,” seru gubernur, Senin 31 Oktober 2022.
Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menjelaskan, untuk menekan laju inflasi jangka pendek diadakan pasar penyeimbang. Untuk jangka panjangnya dengan melakukan gerakan menanam bersama dimulai dari pekarangan rumah. Dia berharap, untuk tahun 2024 mendatang tidak ada lagi mendatangkan beras dari luar daerah.
“Kalteng punya Food Estate, kita harus maksimalkan untuk kemandirian pangan di Kalimantan Tengah,” tegasnya. Gubernur juga meminta Kepala Daerah menganggarkan anggaran untuk penguatan ketahanan pangan di masing-masing daerah.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post