PALANGKA RAYA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H.M. Katma F. Dirun menyampaikan angka stunting di Kalimantan Tengah menurut hasil SSGBI (Studi Status Gizi Balita Indonesia) tahun 2021 adalah sebesar 27,4% dan masih tinggi dibandingkan angka nasional, yaitu 24,4%.
Sedangkan mengacu pada RPJMN 2020-2024, percepatan penurunan stunting menjadi 14% dan wasting menjadi 7% pada tahun 2024 menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan.
“Untuk dapat mencapai target tersebut, perlu dilakukan penguatan intervensi spesifik dan sensitif yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan fokus pada sasaran dari intervensi gizi spesifik sebagaimana diatur pada Perpres 72 Tahun 2021, yaitu: remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0-59 bulan,” ungkapnya, Senin 4 Juli 2022.
Lebih lanjut disampaikan kini Indonesia masih dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, tapi berbagai upaya modifikasi pelayanan kesehatan dan gizi telah dilakukan. Persoalan kesehatan dan gizi tidak dapat diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, namunge/2024/adaan gizi tidak d-19, tapi berbag8idilakukan. Persoalan kesehatan dan gizi tidak dapat diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, namunge/2024/adaan gizi tidak d-19, tapi berbag8idilakukan. Persoalan kesehatan dan gizi tidak dapat diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, namunge/2024/adaan gizihnomyneR.9c1.1 0 2esyndicaf1.1 0se","r,0 2efeselesaiksemua, itsia21390_0_6a2idak d-1il,Bd_poshdempsoalaapkpsoaAh giesehapada tahun 2024 menjapkan paaf1.1 0se","r,0 2efeselesaiksemua, itsia21390_0_6a2r_text":idak dapak dakesidi26/0maja,bu mm2Fwww.matakienjadi 7% pada tahun 2024 menjadock_29yukso3"ock_2390_0_6 dan gehaydemkusui, ujugehaydemkusuo-organiisampg kesakestan tprel sajimbuht":idak d-1iner">

