PALANGKA RAYA – Hari Raya Idul Fitri biasanya identik dengan mudik lebaran, namun karena pandemi Covid-19 beberapa tahun belakangan masyarakat tidak diizinkan untuk mudik. Berbeda untuk tahun ini, pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik dengan ketentuan telah mendapatkan vaksinasi booster.
Sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengijinkan mudik dengan syarat vaksin booster, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menginstruksikan agar dinas dan pihak terkait dapat mendirikan gerai vaksinasi di wilayah perbatasan jelang mudik lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama kabupaten kota untuk mempersiapkan gerai vaksinasi disetiap perbatasan bagi pelaku perjalanan darat. Tidak hanya itu gerai vaksinasi juga akan didirikan di terminal-terminal dan pelabuhan.
“Pemerintah telah mengeluarkan instruksi bahwa masyarakat dapat mudik dengan syarat terlah vaksinasi booster. Hal ini berlaku bagi pelaku perjalanan udara, darat dan laut. Maka dari itu kami telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di kabupaten kota sebagai pelaksana gerai vaksin,” ujar Suyuti, Selasa 12 April 2022.
Dalam paparannya pada Rapat Percepatan Vaksin dan Booster Covid-19 di pintu masuk Kalteng selama bulan suci Ramadan 1443 Hijriyah dan Mudik Lebaran disampaikan sebanyak 96 pos pelayanan kesehatan selama arus mudik tersebar di beberapa tempat.
Lokasi gerai vaksin di beberapa wilayah diantaranya Kapuas ada 2 gerai yakni di Desa Anjir Sarapat dan Bundaran Besar dengan target 1.000 dosis per hari, di Barito Timur terdapat 2 gerai yakni di Dusun Timur dan Dusun Tengah dengan target 1.500 dosis per hari, di Lamandau terdapat 1 gerai yakni di Kudangan dengan target 500 dosis per hari, di Sukamara terdapat 1 gerai yakni di perbatasan Sukamara-Kobar dengan target 500 dosis per hari, Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangka Raya terdapat 3 gerai yakni di Bandara Tjilik Riwut, Kantor KKP dan Pelabuhan dengan target 1.500 per hari serta di Kantor Kesehatan Pelabuhan Sampit terdapat 4 gerai yakni di Bandara H. Asan, Bandara Iskandar, Pelabuhan Kumai dan Sampit dengan target 1.000 per hari. Ketersediaan vaksinator se-Kalteng berjumlah 1.832 orang.
“Bagi masyarakat yang tidak ingin divaksin dapat menunjukkan hasil negatif dari PCR Test ataupun antigen, namun kita mengharapkan masyarakat tetap melakukan booster paling tidak untuk meminimalkan penyebaran virus,” harapnya.
Suyuti juga mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan untuk vaksinasi booster. Hal ini seiring dengan persyaratan mudik yang mewajibkan pelaku perjalanan telah menerima vaksin booster. Ia juga menyebutkan untuk vaksinasi tahap I saat ini telah 97% dan vaksinasi tahap II sudah 80%, sudah jauh diatas target pemerintah. Sementara untuk booster diakui Suyuti saat ini masih terus dipacu karena target yang diharapkan itu 30% dan Kalteng saat ini berada di angka 12%.
“Kita harapkan target booster dapat segera tercapai di akhir bulan April ini. Memang masih ada daerah yang masih sangat rendah ya, termasuk dosis kedua pun masih sangat rendah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post