PALANGKA RAYA – Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2021 lalu mencanangkan Core Values BerAKHLAK dan Employer Branding ASN. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ASN yang dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sendiri dalam hal ini menjadi provinsi pertama yang melakukan peluncuran Core Value ASN BerAkhlak dengan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa” pada tanggal 31 Maret 2022, lalu. Momentum itu pula yang dijadikan landasan untuk menggaungkan dan membumikan narasi tunggal “Kalteng BerAKHLAK Penuh Dengan KeBERKAHan” yang diinisiasi oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
“Kenapa kita gaungkan ini, karena seyogianya Akhlak menjadi landasan kehidupan manusia, siapapun dia, apapun pekerjaannya Akhlak harus dikedepankan. Tidak cukup ASN BerAKHLAK, tapi bagi kita semua. AKHLAK harus menjadi budaya kerja, sehingga dengan demikian, akan meminimalisir perbuatan tercela, untuk itu saya mencanangkan Kalteng BerAKHLAK penuh dengan KeBERKAHan” ucap Sugianto, Senin 11 April 2022.
Lebih lanjut Sugianto menyampaikan bahwa Kalteng sendiri memiliki julukan “Bumi Pancasila”. Dia menilai untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Akhlak menjadi dasarnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Lima Sila Pancasila bermuara kepada Akhlak, jika semuanya dilandasi Akhlak maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan damai dan sejahtera.
“Menyandang julukan Bumi Pancasila itu bukan suatu yang ringan, apalagi julukan itu satu-satunya bagi Provinsi di Indonesia. Untuk itu saya melihat perlu implementasi dari pengejawantahan Bumi Pancasila, maka yang paling tepat menurut saya adalah bagaimana membumikan Kalteng BerAKHLAK, jadi Bumi Pancasila dan Kalteng BerAKHLAK adalah satu tarikan nafas, satunya niat, perbuatan dan tindakan dalam membangun Kalimantan Tengah untuk mewujudkan Kalteng Makin Berkah,” jelasnya.
Pada pembukaan musrenbang, 7 April 2022 lalu Sugianto sempat menyatakan kekecewaannya pada ketidakadilan pemerintah pusat pada daerah. Ia menilai pemerintah pusat tidak mengoptimalkan sumber daya daerah dengan maksimal, terlihat dari mekanisme dan regulasi yang tidak berpihak kepada daerah sehingga memberikan sedikit manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
“Satu hal yang membuat saya gerah dan kecewa, saya berada di sekeliling sumber daya alam yang melimpah, tapi sumber daya alam itu belum mampu mensejahterakan rakyat, dikarenakan mekanisme dan regulasi yang tidak berpihak kepada daerah. Keadaan seperti ini menurut saya tidak akan terjadi, jika semua elemen bangsa ini menjadikan akhlak sebagai landasan, terlebih dalam hal kekuasaan,” keluhnya.
Mengatasi permasalahan tersebut, gubernur berupaya menggali setiap potensi sumber daya yang ada di Kalteng demi kesejahteraan masyarakat. Beberapa upaya tersebut diantaranya pembangunan kawasan tambak udang vaname dan pengembangan lahan food estate. Pemberdayaan sumber daya ini disebutkannya juga sebagai salah satu upaya untuk memulihkan kembali perekonomian Kalteng yang sempat mengalami penurunan selama pandemic Covid-19.
Pada akhirnya Sugianto berharap untuk semua elemen masyarakat agar bersama saling bahu-membahu membangun Kalteng tanpa melihat perbedaan, karena perbedaan menurutnya adalah Berkah.
“Semua apa yang kita harapkan, sebesar apapun mimpi kita, tidak akan terwujud, apabila orientasi untuk kepentingan pribadi lebih mengemuka daripada kepentingan umum, dan tentu saja kembali saya mengingatkan bahwa landasan kita mengabdi di Bumi Pancasila ini adalah Akhlak, mari kita wujudkan Kalteng BerAKHLAK Penuh Dengan KeBERKAHAN,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post