PALANGKA RAYA – Kayu Gaharu menjadi salah satu komoditas ekspor dari Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kayu Gaharu sendiri saat ini telah diekspor ke berbagai negara terutama kawasan Timur Tengah dan Asia seperti Arab Saudi, Dubai, Libya, Turki, Mongolia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan.
Hal ini disampaikan oleh Darminto, owner Agarwood Store B.A.J yang beralamat di Jalan Kinibalu, Palangka Raya saat di kunjungi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng Aster Bonawaty, SH., MH, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalteng Aty Mulyati serta Kepala Bea Cukai Palangka Raya Firman Yusuf.
“Selama ini kegiatan ekspor kayu gaharu yang kita lakukan telah merambah beberapa negara terutama di kawasan Timur Tengah dan Asia,” ucap Darminto, Jumat 18 Maret 2022. Darminto mengatakan dalam sebulan mereka mampu memproduksi hingga 10 ton dengan nilai transakasi mencapai 250-500 juta rupiah.
“Kapasitas produksi kita rata-rata sekitar 10 ton/bulan dan nilai transaksi ekspor berkisar antara 250-500 juta rupiah setiap bulannya, dengan jumlah tenaga kerja yang ada saat ini sebanyak 8 orang karyawan,” jelas Darminto.
Sementara itu Kepala Disperindag Kalteng Aster Bonawaty memberikan masukan kepada pelaku eksportir kayu untuk dapat mengembangkan kegiatan ekspornya di masa yang akan datang. Dalam hal ini Disperindag Kalteng siap mendampingi dan memberikan sejumlah fasilitas kepada Agarwood Store B.A.J, seperti mengikutsertakan dalam beberapa event nasional pengembangan ekspor, diantaranya kegiatan Design Dispact Service, Trade Ekspo Indonesia.
“Dinas perdagangan dan perindustrian provinsi kalimantan tengah siap mendampingi dan memberikan sejumlah fasilitas kepada pelaku usaha ekspor kayu gaharu, seperti mengikutsertakan dalam beberapa event nasional pengembangan ekspor,” imbuh Aster. Lebih lanjut, pihaknya juga siap memberikan layanan administrasi surat keterangan asal selama 24 jam tanpa biaya, layanan rumah kemasan, hingga bantuan pengadaan peralatan produksi.
“Kita juga siap memberikan layanan administrasi surat keterangan asal selama 24 jam nol rupiah, layanan konsultasi dan bimbingan teknis, layanan rumah kemasan hingga bantuan pengadaan peralatan produksi yang diperlukan untuk semakin meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan,” tutup Aster.
Menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan, Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng Aster Bonawaty memerintahkan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri untuk melakukan diskusi teknis secara lebih komprehensif untuk kemajuan ekspor kayu gaharu tersebut terutama peningkatan nilai tambah produk hingga program hilirisasi dan diversifikasi produksi guna peningkatan perekonomian Kalteng menuju Kalteng Makin Berkah.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post