PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran berkomitmen untuk memberantas praktek rentenir diseluruh kabupaten kota di Kalteng. Menurutnya para rentenir ini bukannya memberikan bantuan kepada warga, namun sebaliknya memberatkan karena bunga pinjaman yang diberikan terbilang cukup tinggi.
Bentuk keseriusan pemerintah provinsi dalam menghapus praktek rentenir salah satunya dengan terus memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui perbankan.
“Kebanyakan pelaku usaha jika kekurangan modal akan mencari modal dengan meminjam uang kepada rentenir, karena tidak memerlukan banyak persyaratan. Melihat fenomena ini maka kami bekerja sama dengan bank daerah akan berusaha membantu dengan mempermudah pengajuan permodalan bagi pelaku usaha,” ujar Sugianto.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng bersinergi dengan PT. Bank Kalteng melaksanakan program UMKM Berkah dalam rangka membantu pelaku UMKM agar tidak terjerat pinjaman dengan bunga tinggi dari rentenir. Pada tahap awal program UMKM Berkah akan menyalurkan bantuan langsung kepada 2.171 pelaku UMKM dan kredit melawan rentenir UMKM Berkah kepada 294 Debitur UMKM.
Dengan menggunakan dana CSR Bank Kalteng sebesar Rp 10 milyar untuk mendukung program UMKM Berkah, masing-masing pelaku UMKM dan Debitur UMKM menerima Bantuan Langsung sebesar Rp500.000,-.
Selain memberikan bantuan melalui program UMKM Berkah, Gubernur Kalteng juga memberikan stimulan ekonomi Dana Insentif Daerah (DID) bagi UMKM Terdampak Covid-19 senilai Rp3.350.000.000,-. Masing-masing per UMKM menerima stimulan ekonomi DID sebesar Rp1.000.000,-.
Tak hanya sampai disitu, dalam rangka meningkatkan dan mengotimalisasikan alokasi keuangan pada tingkat pelajar Pemprov. Kalteng bersinergi dengan PT. Bank Kalteng melakukan Launching program Kejar Kalteng Berkah yakni pembukaan 20.000 rekening untuk 1 rekening 1 pelajar di seluruh Kalteng.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post