PALANGKA RAYA – Penumpang angkutan laut dan udara di provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masing-masing turun 1,97 persen dan 4,51 persen selama bulan Januari 2020. Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalteng turun 9,87 persen dari 709 kunjungan pada Desember 2019 menjadi 639 pada Januari 2020.
“Jumlah penumpang melalui transportasi laut juga turun 1,97 persen dari 36.065 orang per Desember 2019 menjadi 35.354 orang pada Januari 2020. Arus lalu lintas barang melalui kapal laut turun 10,52 persen Dari 1,71 juta ton (Desember 2019) menjadi 1,53 juta ton (Januari 2020),” terang Kepala Badan Pusat Statistik provinsi Kalteng Yomin Tofri di aula Kantor BPS Kalteng, Senin 2 Maret 2020.
Ia menyebutkan, volume penumpang kapal laut terkonsentrasi di Kumai sebanyak 55,71 persen, dan volume arus barang di Sampit 61,73 persen. Frekuensi penerbangan turun 5,39 persen dari 1.875 penerbangan pada Desember 2019 menjadi 1.774 penerbangan pada Januari 2020. Jumlah penumpang melalui transportasi udara turun 4,51 persen dari 143.890 orang pada Desember 2019 menjadi 137.401 orang Januari 2020.
Sedangkan arus lalu lintas barang melalui udara turun 8,37 persen dari 1.613 ton pa Desember 2019 menjadi 1.478 ton Januari 2020.
“Data statistik transportasi secara umum menggambarkan frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan dan penerbangan pesawat di bandar udara di Kalteng. Termasuk layanan transportasi terhadap aktivitas penumpang (berangkat atau datang) dan arus lalu lintas barang (bongkar atau muat),” jelasnya.
Diungkapkan Yomin Tofi, penurunan frekuensi kunjungan ini terjadi di hampir semua pelabuhan laut utama, meliputi Pelabuhan Pangkalan Bun (2 kunjungan), Kumai (21 kunjungan), Sampit (56 kunjungan), dan Sukamara (8 kunjungan).
“Menurunnya frekuensi kunjungan kapal juga berdampak pada berkurangnya volume arus barang 10,52 persen dari 1,71 juta ton pada Desember 2019 menjadi 1,53 juta ton pada Januari 2020, terutama berasal dari volume muat barang 26,42 persen,” pungkasnya.
(ys/matakalteng.com)






















Discussion about this post