KUALA KURUN – Ratusan pedagang pasar baru dan pasar lama Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gumas, mengikuti penyuluhan program prioritas nasional pasar pangan aman berbasis komunitas, yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, dengan difasilitasi oleh dinas perindustrian dan perdagangan serta dinas kesehatan.
“Ada ratusan pedagang dari pasar baru dan pasar lama Kuala Kurun yang mengikuti penyuluhan itu, dalam rangka memberi kesadaran dan pengetahuan tentang keamanan pangan dan bahan berbahaya,” kata Plt Kepala BBPOM Palangka Raya Yani Ardiyanti, melalui Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi Wahyuri, Kamis, 1 Agustus 2024.
Dia mengatakan, penyuluhan ini perlu dilakukan kepada pedagang pasar, sehingga mereka menjual produk atau bahan tambahan pangan yang aman dari bahan berbahaya. Dengan demikian, diharapkan peredaran bahan pangan berbahaya di pasar dapat dihilangkan.
“Melalui penyuluhan itu, kami berharap akan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian pedagang pasar tentang keamanan pangan, serta ikut mengawasi bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan,” terangnya.
Selain itu, penyuluhan tersebut juga untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar di masyarakat serta menggugah komunitas pasar agar bisa berdaya dan mandiri, dalam hal pembinaan dan pengawasan.
“Kami ingin para pedagang mematuhi regulasi dan menerapkan cara peredaran pangan olahan yang baik,” ujarnya.
Dia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan, sehingga akan pengetahuan tentang keamanan pangan serta menerapkan cara peredaran pangan olahan yang baik, demi terwujud pasar aman berbasis komunitas secara menyeluruh.
“Narasumber penyuluhan dari Kepala disperindag Supervisi Budi, serta perwakilan dinas kesehatan Maria Initanataliam,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post