SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggandeng Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) setempat menggelar Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI). Partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut tinggi karena hampir mencapai 500 orang anak.
“Hari ini pembukaan FASI ke-13 yang memang setiap tahunnya dilaksanakan khususnya di Kabupaten Kotim,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat, 2 Agustus 2024.
Disampaikan, Pemkab Kotim rutin menganggarkan untuk BKPRMI dalam bantuan dana hibah melalui Kesra. Dengan anggaran itu, BKPRMI bisa menyelenggarakan berbagai macam kegiatan baik pembinaan maupun perlombaan FASI.
FASI adalah wadah penerus bangsa untuk berkompetisi dalam mengembangkan bakat, menggali potensi, prestasi dan mengembangkan diri sesuai dengan pendidikan Agama Islam.
Lanjutnya melalui FASI ini, anak-anak dapat dilatih untuk istiqamah menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, dengan membiasakan diri melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
“Harapannya melalui kegiatan ini dapat tercipta generasi bangsa yang beriman, aktif, kreatif, taqwa, berilmu, mandiri dan berakhlaqul karimah. Hasil FASI ini nanti, mereka yang terbaik atau yang keluar jadi juara akan mewakili Kotim untuk mengikuti FASI di tingkat Provinsi Kalteng,” harapnya.
Sementara Ketua BKPRMI Kotim Pahnai mengungkapkan FASI ke -13 tahun 2024 jumlah pesertanya cukup banyak. Disebutnya, jumlah peserta mencapai 485 orang yang akan mengikuti 13 cabang lomba.
“Jumlah pesertanya diluar ekspetasi kami. Ternyata banyak yang ikut mencapai 485 orang. Untuk cabang lomba yang di kabupaten ini sama dengan yang diperlombakan di MTQ di kabupaten,” ujarnya.
Mereka yang terbaik nantinya akan mewakili Kotim ke tingkat Provinsi Kalteng. FASI tingkat provinsi itu akan diselenggarakan di Kabupaten Kapuas pada Agustus 2024 ini. Mereka yang berhasil di tingkat provinsi akan kembali mewakili Provinsi Kalteng ke tingkat nasional.
“Alhamdulillah setiap tahun Kabupaten Kotim setidaknya bisa mengirim anak-anak kita ke tingkat nasional. Semoga tahun ini bisa lebih banyak lagi,” harapnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post