KUALA KURUN – Pengurus Cabang Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Gumas melakukan panen patin petani milenial tahun 2022, sekaligus bazar ikan patin dan hasil pertanian, seperti pepaya, pisang, sayur, jagung, dan singkong.
“Ikan patin yang dipanen tersebut merupakan hasil budidaya dari pengurus Sapma PP, dengan dibantu pendamping dari dinas terkait dan kelompok tani kurun seberang,” kata Ketua Petani Milenial Sapma PP Kabupaten Gumas Andika Saputra, Kamis, 29 Desember 2022.
Selama budidaya ikan patin ini, tingkat kematian ikan hampir 0 persen, karena setiap hari selalu dipantau dan dirawat oleh pengurus Sapma PP serta petani yang ada di kurun seberang. Apalagi di lokasi ini, juga sering dijadikan tempat untuk diskusi mengenai pertanian.
“Dalam budidaya ikan patin, kami kesulitan karena harga pakan mahal. Sedangkan terkait kendala yaitu, saluran irigasi yang sempat tidak mengalir. Ini membuat kami khawatir, karena air di kolam ikan sempat berkurang,” ujarnya.
Selain itu, ikan patin yang dijual dalam bazar tersebut, terdiri dari 2,5 ton milik Sapma PP Kabupaten Gumas, dan 8-10 ton dimiliki kelompok pembudidaya ikan.
“Untuk harga ikan patin yang dijual juga mendapat subsidi, kalau penjualan harga normal Rp33 ribu/kilogram, namun disini dijual Rp30 ribu/kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gumas Jaya Samaya Monong berpesan kepada petani milenial dari Sapma PP, agar selalu semangat dalam meningkatkan usaha pertanian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan selalu mendukung petani yang niat dan serius untuk bertani.
“Saya minta petani agar bertani itu harus cerdas. Selain itu, juga harus mencari alternatif untuk pakan ikan untuk menghemat biaya, karena komponen yang mahal dalam budidaya ikan itu adalah pakan,” tandasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post