PALANGKA RAYA – Ketua DPW PPP Kalimantan Tengah terpilih, Faturahman Ruslan, meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang usai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X PPP Provinsi Kalimantan Tengah, belum lama ini.
Ia menegaskan, pergantian kepemimpinan di tubuh partai bukan disebabkan konflik internal ataupun upaya pengambilalihan kepemimpinan. Faturahman menjelaskan, penunjukan pelaksana tugas (Plt) sebelumnya merupakan langkah administratif dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) karena pelaksanaan Muswil melewati batas waktu yang ditentukan setelah muktamar.
“Ini bukan pemberhentian. Kalau diberhentikan tentu ada pelanggaran. Ini murni tindak lanjut perintah DPP,” ujarnya. Dia menerangkan, sesuai aturan organisasi, Muswil seharusnya dilaksanakan paling lambat tiga bulan pasca-muktamar. Namun karena sejumlah kendala dan kesibukan, agenda tersebut tertunda sehingga DPP menunjuk Plt untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Terkait isu pemecatan Ketua DPW sebelumnya, Awaludin, Faturahman memastikan kabar tersebut tidak benar. Menurutnya, yang bersangkutan masih menjadi kader PPP, hanya saja tidak lagi menjabat sebagai ketua. “Tidak ada pemecatan. Beliau tetap kader PPP. Kami juga sudah bertemu dan menyampaikan secara terbuka,” tegasnya.
Dia juga membantah adanya konflik internal dalam proses tersebut. Faturahman menuturkan seluruh tahapan telah dikoordinasikan dengan DPP maupun DPC. Surat Keputusan (SK) Plt dari DPP diterima pada 7 Februari 2026 malam dan langsung ditindaklanjuti dengan rapat persiapan Muswil. “Beliau sudah mengetahui dan menerima. Bahkan saat Rakorwil saya sampaikan secara terbuka,” tambahnya.
Faturahman turut menepis anggapan bahwa pergantian kepemimpinan berkaitan dengan dinamika politik nasional atau sikap terhadap pemerintah pusat. Menurutnya, Muswil semata-mata menjalankan mekanisme organisasi sesuai arahan DPP.
“Kami fokus menjalankan keputusan partai. Tidak ada kaitannya dengan isu politik nasional,” tandasnya. Dengan penegasan tersebut, DPW PPP Kalteng berharap konsolidasi internal dapat berjalan solid tanpa dibayangi spekulasi yang berpotensi mengganggu kerja-kerja organisasi ke depan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post