SAMPIT – Peta politik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berubah jelang pemilihan umum (pemilu). Banyak kader partai yang memutuskan hengkang dan pindah haluan ke partai lain, seperti contohnya Rambat yang keluar dari PKB dan memutuskan masuk Partai Gerindra.
Kini hal serupa kembali terjadi. Parimus yang merupakan pentolan dari Partai Demokrat bahkan menduduki jabatan sebagai Ketua DPC Demokrat Kotim, ia memutuskan meninggalkan partai yang sudah membawanya duduk di DPRD Kotim tersebut.
Tak hanya itu saja, pengunduran dirinya ini disusul oleh kader lainnya yakni Linda yang juga sudah duduk di kursi DPRD dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I serta 13 eks Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC). Pihaknya dikabarkan berpindah haluan ke PDI Perjuangan.
“Ini adalah bentuk pilihan kami dalam dunia politik. Dan kami mengucapkan terima kasih serta pengunduran diri kami ini sudah diproses,” kata Parimus, Selasa 9 Mei 2023.
Meski nantinya berbeda partai, dirinya berharap hubungan silaturahmi tetap bisa terjalin dengan baik. Serta sama-sama berjuang di Pileg 2024 hingga bisa duduk di kursi legislatif.
“Karena kita sebagai manusia tentunya hanya bisa berusaha, semua hasil perjuangan tuhan yang akan menentukannya. Kami mohon maaf jika saya dan keluarga selama ini ada yang kurang berkenan,” ucapnya.
Disamping itu, Parimus membenarkan bahwa dirinya akan berlabuh ke PDI Perjuangan. Ia mengakui ada niatan untuk kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat melalui PDI Perjuangan.
Sementara itu Ketua DPC Demokrat Kotim Jhon Krisli membenarkan pengunduran diri tersebut. Ia menghargai pilihan yang di ambil mereka terutama hal itu merupakan hak politik masing-masing individu.
“Benar, dan kami sudah menerima surat pengunduran diri mereka hari ini fu Kantor DPC Demokrat,” kata Jhon Krisli.
Jhon menyampaikan bahwa partai tidak bisa menahan hak politik dan pandangan seseorang karena negara sudah memberikan ruang kebebasan untuk sebebas-bebasnya dalam hal memilih partai politik.
“Kami berharap hal ini tidak merusak rasa kekeluargaan yang selama ini telah dibangun dan kami berharap menjadi pembelajaran demokrasi dan ini membuktikan sudah berjalan memberikan hak kepada seseorang . Artinya ini hanya biasa dan menurut pandangan kami. Saya dan Pak Parimus ini juga keluarga. Jadi hubungan kekerabatan tetap kita jaga meskipun perbedaan pandangan politik,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post