SAMPIT – Halikinnor-Irawati (Harati) yang merupakan pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah Tengah bersiap untuk mengikuti debat publik kedua yang akan dilaksanakan di Jakarta Pusat dan disiarkan melalui Televisi Nasional.
Paslon dengan jargon Harati Jilid II ini konsisten mengusung visi untuk membangun masyarakat adil makmur Lestari dan berkeadaban.
“Dalam sesi debat publik kita juga akan sampaikan misi jika terpilih kembali untuk periode kedua diantaranya akan meningkatkan kualitas manusia yang produktif dan siap kerja serta memastikan akses kesehatan yang merata dan berkualitas,”ujar Halikinnor, Senin 11 November 2024.
Dirinya juga menyampaikan bahwa Harati akan mewujudkan keadilan sosial melalui penguatan ekonomi rakyat dan membangun kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.
“Dan kami akan menjalankan pemerintahan yang bersih bebas korupsi serta menjamin hak rakyat. Kemudian untuk memajukan kebudayaan dengan semangat kebhinekaan dan melestarikan lingkungan hidup,”tegasnya.
Ditambahkannya untuk program prioritas kedepannya, yaitu sesuai nama jargon mereka yakni harati yang merupakan kepanjangan dari harmoni rakyat untuk akses, transformasi dan inovasi.
“Di samping kita akan melanjutkan program yang sudah ada dan sukses pada kepemimpinan periode pertama kita juga akan mengusung beberapa program inovatif yang datang dari berbagai aspirasi masyarakat,”bebernya.
Yang mana kata Halikinnor, aspirasi itu banyak Iya dapatkan ketika melakukan blusukan ke desa-desa serta rumah warga sehingga aspirasi itu disampaikan langsung oleh warga kepada dirinya agar dapat dimasukkan ke dalam program jika terpilih kembali.
Diketahui debat publik kedua akan dijadwalkan pada 13 November 2024 dan akan ditayangkan secara nasional melalui stasiun televisi Metro TV.
Yang mana pada debat pertama haliki norma mengaku puas atas pelaksanaan itu walaupun menurutnya sebagai manusia juga memiliki kelemahan dan kekurangan.
“Siapapun pasalnya semua memiliki visi dan misi yang bagus dan semata-mata untuk membawa Kotim menjadi lebih baik namun untuk menjadi pimpinan suatu daerah tidak cukup hanya adanya janji namun harus ada aksi nyata,”ungkapnya.
Dirinya mencontohkan bahwa ia bersama pasangannya telah membuktikan hal itu melalui periode pertama yang mana meski terbilang cukup singkat bahkan terkendala pandemi namun mereka mampu keluar dari permasalahan tersebut.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post