SAMPIT – Kepala BPBD kabupaten Kotawaringin Timur Multazam menyampaikan Beberapa hari lalu untuk sejumlah desa di wilayah Utara Kabupaten Kotim memang sudah ada yang mengalami banjir meski tidak terlalu dalam dan dengan kurun waktu yang tidak lama.
“Sehingga untuk lokasi TPS diharapkan menggunakan gedung-gedung kosong yang ada di desa. Kemudian dalam waktu dekat untuk distribusi logistik Pilkada yang perlu diwaspadai yaitu pendistribusian ke desa-desa terjauh seperti desa Tumbang Gagu dan lain sebagainya di wilayah Utara,”ujarnya, Senin 11 November 2024.
Karena menurutnya, beberapa hari terakhir ini curah hujan cukup tinggi di wilayah utara sehingga di Desa Tumbang Gagu sudah mengalami banjir.
“Namun wilayah yang banjir itu memang pada dataran rendah. Sementara di Tumbang Gagu masih ada dataran tinggi yang lebih aman, dan mudah-mudahan TPS diletakkan di tempat-tempat yang aman. Bahkan kami sarankan kemarin untuk TPS dibuatkan di gedung tertutup,”tegasnya.
Yakni kata Multazam, agar terlindungi dari hujan misalnya di sekolah-sekolah Dasar, karena pada saat pencoblosan sekolah-sekolah diliburkan. Sehingga diharapkan TPS jangan hanya menggunakan tenda tapi juga menggunakan gedung-gedung yang kosong, agar kegiatan pencoblosan pada tanggal 27 November dapat berjalan dengan lancar.
“Terkait dengan kerawanan daerah bencana banjir, di sesuaikan dengan rencana kajian risiko bencana Kami. Memang di wilayah utara rawan, apalagi kalau terjadi intensitas hujan yang panjang waktunya,”jelas Multazam.
Kemudian, beberapa hari pengalaman lanjutnya, yang lebih ekstra adalah di wilayah Kuala Kuayan karena berada di bantaran Sungai Mentaya dan biasanya terjadi genangan-genangan air yang cukup dalam apabila banjir.
“Walaupun banjir surut, akibatnya infrastruktur jalan biasanya lebih sulit untuk dilewati. Jadi ada beberapa desa seperti Bawan, Tanjung Jariangau yang perlu diwaspadai. Bahkan di Kecamatan Telaga Antang itu zona merah seperti di desa Tanjung Jorong, Tualan Hulu dan di kecamatannya sendiri,”sebutnya.
Tambah Multazam, banyak daerah yang beresiko adalah desa di bantaran sungai. Meski demikian melalui koordinasi yang baik diharapkan distribusi logistik bisa berjalan dengan baik.
“Informasi dari Ketua KPU sendiri pun sebenarnya mereka sudah bersiap-siap apabila terjadi ancaman banjir di beberapa wilayah di utara dan kita berharap mitigasi terkait dengan distribusi logistik dan pasca perhitungan dan segala macamnya supaya dipertimbangkan dengan baik atau direncanakan dengan baik,”imbuhnya.
Sehingga kemungkinan-kemungkinan yang ada lanjutnya, harus mempunyai rencana atau plan B. Seperti surat suara dan perlengkapan lainnya yang akan dikemas dengan plastik untuk menghindari air.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post