SAMPIT – Ketiga pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2024 kompak menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur khususnya jalan tidak mampu jika hanya mengandalkan dari APBD Kabupaten saja.
Salah satunya paslon nomor urut 03 yaitu calon bupati M Rudini Darwan Ali menyampaikan, pada saat pihaknya kampanye dari hulu ke hilir memang masyarakat banyak mengadukan terkait pembangunan infrastruktur jalan.
“Maka dari itu program kami apabila terpilih dan diberikan amanah nantinya membangun infrastruktur jalan ini menjadi program wajib kami. Dan apabila terkendala APBD nantinya kami memiliki solusi untuk memaksimalkan program dari provinsi maupun pusat,”ujarnya, Sabtu 26 Oktober 2024.
Karena menurutnya, nomor urut 03 sendiri dari Partai Amanat Nasional memiliki kader dari provinsi yang menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi 5 yang membidangi masalah infrastruktur.
“Sehingga nantinya kami akan meminta bantuan untuk memaksimalkan program dari pusat,”tegasnya.
Ditambahkan oleh wakilnya Paisal Darmasing, pihaknya akan melakukan audit melalui alokasi anggaran khusus dan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, provinsi hingga pusat untuk mendapatkan tambahan anggaran dalam pembangunan infrastruktur yang strategis.
Sedangkan paslon nomor urut 01 yaitu calon bupati Halikinnor menyampaikan, pada saat kepemimpinannya yang pertama sudah ada 402 ruas jalan dan 290 gang yang sudah ditingkatkan pada saat masa Harati.
“Jadi walaupun dalam kondisi keuangan kita yang terbatas, terutama pada awal menjabat sudah dihantam oleh pandemi namun dengan memaksimalkan program dari provinsi hingga pusat kita sudah mampu melakukan perbaikan dan peningkatan jalan sebanyak itu dan sudah kita buktikan. Kedepan ini akan kita tingkatkan terus dan menjadi program utama kita,”tegasnya.
Begitu juga paslon nomor urut 02 yaitu calon bupati Sanidin mengatakan, jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten memang tidak akan mampu mengakomodir semua pembangunan.
“Namun kita harus ada strategi pada saat membangun jalan baru atau peningkatan, yaitu melalui program-program lain harus ada sinergitas antara kabupaten, provinsi dan pusat,”bebernya.
Kebetulan kata Sanidin, saat ini presiden yang merekomendasi pihaknya mencalon dalam Pilkada adalah dari partai Gerindra. Sehingga diyakini jika keduanya terpilih, koordinasi akan lebih mudah.
“Karena presiden kita juga dari Gerindra, nantinya Gubernur Insya Allah juga akan daei Gerindra dan kabupaten juga akan Gerindra. Dan beberapa kali pada saat kami blusukan memang masyarakat mengatakan mereka tidak butuh sembako namun mereka memerlukan infrastruktur jalan penghubung baik itu antar desa maupun Kecamatan hingga Kabupaten sebagai sarana penunjang kegiatan sehari-hari hingga kegiatan ekonomi,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post