SAMPIT – Ketiga Pasangan calon dalam Pilkada kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2024 beradu gagasan saat menanggapi pertanyaan dari masyarakat yang dibacakan panelis, yakni terkait program 100 hari di awal menjabat serta bagaimana cara mengatasi bencana banjir yang kian marak di kabupaten Kotim.
Tanggapan pertama diberikan oleh paslon nomor urut 03 yakni calon bupati M Rudini Darwan Ali menyampaikan, saat ini Kotim memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang memadai sehingga dalam penempatan setiap tugas dan fungsi harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Artinya apabila kami diberi amanah dalam setahun Insyaallah Kotim itu bebas banjir dan akan menjadi progeam 100 hari kerja kami,”ujarnya, Sabtu, 26 Okotber 2024.
Tentunya kata Rudini, pihaknya sadar pemerintah tidak bisa melaksanakan dengan maksimal tanpa peran masyarakat, di sinilah tugas pihaknya apabila diberi amanah, selama 100 hari akan melakukan hubungan-hubungan kepada semua elemen tokoh masyarakat dari Kecamatan sampai dengan ke desa.
“Kami mau mendengar dan melihat langsung supaya program kami tidak salah sasaran,”tegasnya.
Kemudian nomor urut 01 calon bupati Halikinnor menyampaikan, terhadap persoalan banjir pihaknya sudah melakukan salah satu upaya yaitu pengadaan ekskavator amfibi untuk mengeruk muara-muara sungai yang saat ini dangkal.
“Dulu kita belum punya alat itu, begitu juga perbaikan drainasenya kita sudah memperbaiki yang ada di kota Sampit. Memang masih beberapa ruas saja perlu pembenahan selanjutnya,”bebernya.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Daerah melalui BUMD bekerjasama dengan perusahaan di Surabaya, Jawa Timur untuk menata sungai agar apabila terjadi hujan deras di utara, maka air tetap mengalir sampai ke laut.
Ditambahkan wakilnya Irawati, program lainnya dalam 100 hari yaitu pengadaan mobil pemadam Kecamatan untuk wilayah padat penduduk dan beresiko tinggi, mesin pompa, penyediaan dana tidak terduga juga membuat penampungan air.
“Kami ada program yaitu siap-siap menghadapi bencana bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat kabupaten Kotim dalam menghadapi bencana alam dan fokus pada penguatan sistem untuk penanggulangan,”tandasnya.
Sementara paslon nomor urut 02 yaitu calon bupati Sanidin mengatakan, bahwasanya pasangan 02 akan membangunkan desa dan menata dalam kota. Salah satunya masalah banjir harus melibatkan masyarakat.
“Dulu pernah kita ada lomba kebersihan lingkungan ini bisa kita terapkan kembali, akan kita bangkitkan lagi program-program itu karena meskipun itu lama prosesnya tetapi bisa efektif karena masyarakat berlomba-lomba membersihkan lingkungannya termasuk drainase,”sebutnya.
Jika lingkungan bersih kata Sanidin, maka air akan lancar mengalih dan tidak akan terjadi banjir terutama untuk waktu lama. Menurutnya, itulah program yang paling cepat.
“Program jangka panjangnya, selama ini hanya fokus untuk mengeruk sungai dan drainase, padahal ada cara lain yaitu membuka pintu air agar air yang turun tidak langsung terkonsentrasi langsung ke bawah namun terbagi ke beberapa pintu air,”bebernya.
“Pada saat kami memimpin kami akan arahkan dinas yang membidangi itu membuat pintu air. Dan bagian tata ruang akan ditertibkan lagi, seperti di rawa-rawa itu sudah jelas tidak boleh untuk bangunan. Kita tekankan lagi untuk menata kota termasum juga pengelolaan sampah,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post