SAMPIT – Warga Pulau Hanaut, sebuah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyampaikan harapan besar kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Rudini-Paisal 2024, agar memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur di daerah mereka.
Meskipun Pulau Hanaut memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dengan hasil perkebunan seperti durian, manggis, kelapa, sawit, buah tambulan, dan buah tambai, kondisi jalan dan akses transportasi yang tidak memadai menjadi kendala utama dalam mengembangkan potensi tersebut.
Masyarakat setempat mengungkapkan, bahwa jalan-jalan penghubung di desa mereka sebagian besar masih berupa tidak mulus dan sangat sulit dilalui karena bebatuan, terutama pada musim hujan.
Kondisi ini membuat akses ke pasar dan pusat perekonomian di Sampit atau daerah sekitarnya menjadi terhambat, sehingga hasil bumi yang mereka miliki sering kali tidak dapat dijual tepat waktu. Akibatnya, banyak komoditas unggulan yang rusak dan harga jual menjadi turun drastis.
“Kami di sini sangat bergantung pada hasil perkebunan, seperti durian, manggis, kelapa, dan sawit. Jika jalannya rusak, kami kesulitan mengangkut hasil bumi untuk dijual. Dampaknya tentu pada pendapatan kami yang terus berkurang. Namun kami menggunakan klotok juga untuk mengangkut komoditas kami ini,” ungkap Linda salah seorang petani di Kecamatan Pulau Hanaut. Kamis, 17 Oktober 2024.
Ia menambahkan, masyarakat Pulau Hanaut berharap pasangan Rudini-Paisal nomor urut 3 dapat memberikan solusi terhadap masalah infrastruktur ini, karena dengan perbaikan akses jalan, potensi ekonomi di Pulau Hanaut bisa berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan warga.
Kelapa, sawit, dan hasil perkebunan lainnya merupakan komoditas utama yang mendukung perekonomian lokal. Namun, akibat buruknya infrastruktur, tidak sedikit warga yang memilih untuk menjual hasil perkebunan mereka dengan harga yang lebih murah kepada tengkulak lokal daripada membawanya ke pasar yang lebih besar karena tantangan transportasi, apalagi harus menyebrang ke mengarungi sungai mentaya dengan menggunakan klotok.
“Ya kami berharap khsusus masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut merasa sangat perlu adanya tindakan nyata untuk memperbaiki jalan-jalan di wilayah kami ini, supaya hasil pertanian dan perkebunan kami bisa kami bawa tanpa adanya hambatan dan dipermudah dengan infrastruktur yang juga memadai, walaupun sebagian jalan juga ada yang bagus,” bebernya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post