PALANGKA RAYA – Sistem pengelolaan keuangan daerah yang efektif sangatlah penting untuk keberhasilan pembangunan suatu daerah. Seiring dengan itu, Pemprov Kalimantan Tengah mengadakan sosialisasi terkait Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada Tahun Anggaran 2025 Provinsi Kalimantan Tengah.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan wawasan dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang benar semakin terbuka secara luas.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah, M Katma F Dirun, mengungkapkan rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Tengah telah disusun.
“Tujuannya adalah untuk menjamin keseluruhan target pembangunan daerah dapat dijalankan secara sistematis dan merupakan satuan kesatuan yang utuh dengan sistem perencanaan pembangunan nasional,” sebutnya baru-baru ini.
Menariknya, arah pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun 2025 masih diprioritaskan untuk memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial, fasilitas umum yang layak, serta mengembangkan sistem jaminan sosial.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan hijau dengan berasaskan demokrasi dan meningkatkan pemerataan pembangunan.
Namun, tidak hanya itu saja. Menyambut Pilkada Serentak pada tanggal 27 November 2024 mendatang, Plt Sekda M Katma F Dirun juga berharap bahwa pelaksanaan pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik dan tertib. Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat menjaga netralitas dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKAD) Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk menciptakan kesamaan pemahaman dalam perencanaan anggaran, serta terwujudnya sinkronisasi pencapaian sasaran program daerah dalam APBD dengan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Dalam kesempatan ini, diharapkan peserta lebih mengenal dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang benar,” katanya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post