PALANGKA RAYA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi salah satu momen penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia. Selama tahap kampanye hingga penghitungan suara, banyak potensi pelanggaran yang dapat terjadi.
Untuk itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Tengah telah menyiapkan sebanyak 7.726 pengawas untuk mengamankan jalannya Pilkada tahun 2024.
Pengawas yang telah dipersiapkan tidak hanya ditempatkan pada tingkat provinsi, namun juga kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Hal ini menjadi pertanda bahwa Bawaslu Kalimantan Tengah sangat serius dalam melindungi demokrasi dan memberikan kepercayaan serta arahan kepada masyarakat.
Menurut Ketua Bawaslu Kalimantan Tengah, Satriadi, pengawas memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan jujur, adil, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Bukan hanya memantau setiap tahapan Pilkada, pengawas juga bertugas untuk menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran yang masuk,” ujar Satriadi, Rabu, 9 Oktober 2024.
Ia menjelaskan pelanggaran tersebut mulai dari pelanggaran seperti politik uang, penyebaran hoaks, intimidasi pemilih, hingga kecurangan dalam proses penghitungan suara, semua dipastikan dapat terdeteksi oleh para pengawas.
Dalam menjalankan tugasnya, Satriadi mengatakan bahwa pengawas akan bekerja sama dengan aparat keamanan serta elemen masyarakat untuk menjaga netralitas dan integritas Pilkada.
Dengan adanya pengawas yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, potensi pelanggaran dapat diminimalkan sehingga hasil Pilkada dapat diterima oleh seluruh pihak dengan penuh kepercayaan. Bawaslu Kalimantan Tengah menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran, sehingga Pilkada dapat berlangsung secara damai dan kondusif.
Dalam menjaga proses demokrasi, Satriadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan tetap mematuhi aturan yang ada. Dengan begitu, diharapkan Pilkada di Kalimantan Tengah dapat menyuguhkan hasil yang memuaskan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Terakhir, dengan memperlihatkan komitmen yang kuat, diharapkan Bawaslu Kalimantan Tengah dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengawal jalannya demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post