SAMPIT – Setelah dibukanya secara resmi pendaftaran kandidat Pilkada kabupaten Kotawaringin Timur oleh KPU setempat, hingga saat ini masih ada beberapa partai yang belum mengumumkan arah dukungannya. Bahkan dilema politik semakin terasa, setelah adanya cabut pasang pasangan calon yang terjadi.
Dari pantauan, sejauh ini masih ada dua pasangan calon yang sudah mendapatkan kejelasan untuk rekomendasi serta siap melaju dalam Pilkada. Yakni pasangan pertahan Halikinnor-Irawati dengan jargon Harati Jilid 2. Serta Sanidin-Siyono yang siap menjadi penantang pertahana.
Setelah sebelumnya Harati sempat pecah kongsi karena beberapa partai yakni Nasdem, PKB dan Demokrat merekomendasikan nama Halikinnor berpasangan dengan Suprianti Rambat. Namun rekomendasi itu terkalahkan oleh rekomendasi final dari PDIP yang merekomendasikan pasangan pertahana. Apalagi PDIP mempunyai kursi terbanyak di DPRD, sehingga bisa melenggang dengan tenang tanpa harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon.
“Yang jelas, PDIP Kotim mengusung kader terbaiknya, seperti Halikinnor dan Irawati yang sebelumnya sudah terdaftar sebagai bakal calon di PDIP,” kata Sekretaris DPC PDIP Kotim Alexius Esliter, Selasa, 27 Agustus 2024.
Di sisi lain, mengacu putusan MK, enam parpol di Kotim bisa mengajukan calon sendiri tanpa harus koalisi. Yakni putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Putusan MK Nomor 70/PUUXXII/2024 dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2024.
Dikatakan Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi, putusan itu juga merubah syarat pencalonan berdasarkan PKPU Nomor 10 Tahun 2024 yang diterbitkan dan ditandatangani Ketua KPU Mochammad Afifuddin pada 25 Agustus 2024 sebagai Revisi dari PKPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.
“Beberapa parpol memang sudah ada yang berkonsultasi terkait syarat pencalonan dan syarat calon ke kami. Secara umum, syarat pencalonan yang harus dipenuhi, yaitu surat persetujuan dari pengurus parpol di pusat dan pencalonan dari parpol atau gabungan parpol disepakati di tingkat DPD parpol pengusung,”bebernya.
Berdasarkan putusan tersebut, setidaknya ada enam partai di Kotim yang bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi. Yang mana berdasarkan aturan terbaru, syarat pengusungan minimal memiliki suara 8,5 persen 19.237 suara dari hasil pemilu awal tahun lalu.
Diantaranya, PDIP dengan perolehan suara 24,83% dan sudah memberikan rekomendasi kepada pasangan Halikinnor-Irawati, kemudian Gerindra dengan perolehan suara 14,43% hingga saat ini belum mengumumkan jagoannya, lalu Golkar dengan perolehan suara 13,03% sudah merekomendasikan pasangan Sanidin-Siyono, selanjutnya PAN dengan perolehan suara 11,46% juga belum mengumumkan pasangan yang di usung, posisi ke lima ada PKB dengan perolehan suara 8,94% sudah merekomendasikan pasangan Halikinnor-Suprianti Rambat, hal ini bisa saja dilakukan perubahan mengingat Halikinnor memilih untuk kembali berpasangan dengan Irawati sebagai pertahana, dan terakhir ada Demokrat dengan perolehan suara 8,82% yang juga sudah merekomendasikam Halikinnor-Suprianti Rambat.
Setelah Demokrat meninggalkan Jhon Krisli yang merupakan kader sekaligus Ketua DPC Demokrat Kotim yang ikut mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Kotim, kini nasib Demokrat masih belum diketahui pasca secara resmi Halikinnor yang direkomendasikan meninggalkan putusan itu dan lebih memilih rekomendasi dari partainya sendiri yaitu PDIP bersama Irawati.
Bubarnya pasangan Halikinnor-Suprianti Rambat menghidupkan kembali peluang Jhon Krisli untuk mendapatkan dukungan dari partainya, Demokrat.
Jhon Krisli yang merupakan mantan Ketua DPRD Kotim menyampaikan, saat ini ia masih berupaya semaksimal mungkin di Jakarta.
“Saat ini masih di Jakarta. Nanti kita lihat, masih ada kemungkinan yang bisa terjadi di Pilkada Kotim, karena saat ini kondisi politiknya tidak menentu dan bisa berubah sampai batas akhir pendaftaran,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris DPC Demokrat SP Lumban Gaol juga menyampaikan hal serupa, menurutnya masih ada kemungkinan perubahan keputusan selama pendaftaran belum dilakulan di KPU Kotim.
“Jadi tunggu saja, yang jelas kami sebagai kader akan mendukung siapapun finalnya nanti yang direkomendasikam untuk diusung oleh DPP Demokrat,”tegasnya.
Terlihat, setelah nama pasangan Rudini-Jhon Krisli sempat tenggelam dalam bursa Pilkada Kotim, kini nama keduanya muncul kembali memanaskan peta persaingan. Apalagi PAN juga masih belum mengumumkan arah politiknya.
Duet politikus ini bisa maju menggunakan perahu PAN dan Demokrat. Jika itu terjadi, Pilkada Kotim akan diikuti tiga paslon, yakni Halikinnor-Irawati, Sanidin-Siyono, dan Muhammad Rudini-Jhon Krisli.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post