SAMPIT – Korban yang diterkam buaya di sungai mentaya tepatnya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, kabupaten Kotawaringin Timur akhirnya ditemukan pada pencarian hari kedua setelah kejadian di tanggal 4 April 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.
“Korban ditemukan kurang lebih pada pukul 14.20 WIB dan saat ini korban telah dievakuasi tim lapangan,”kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Sabtu 5 April 2025. Menurutnya, saat ini korban tengah dibawa ke kampung halamannya yaitu Desa Babaung Besar untuk diserahkan kepada keluarga besar dan segera dimakamkan.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, namun memang sejak hari pertama kejadian itu korban sudah dilepaskan oleh buaya. Sehingga saat korban ditemukan buaya sudah tidak ada di sekitarnya,”jelas Multazam.
Sementara itu Wakil Bupati kabupaten Kotawaringin Timur Irawati yang turut serta dalam pencarian korban sejak hari pertama hingga hari kedua ini menyampaikan, bagi masyarakat yang memiliki rumah di bantaran sungai, sementara waktu ini di imbau agar tidak mandi, mencuci serta melakukan aktivitas lainnya di sungai.
“Karena berdasarkan informasi BKSDA, saat ini merupakan musim kawin buaya di mana hewan buas tersebut akan lebih agresif dan rawan menyerang. Bagi masyarakat yang memang harus mandi di sungai kami sarankan agar menimba air menggunakan ember dan jangan turun langsung ke sungai,”ujar Irawati.
Apalagi pada saat pemantauan hari pertama pun memang di wilayah perairan ini ada beberapa buaya yang muncul bahkan tidak hanya satu ekor melainkan tiga ekor.
“Kami juga mengingatkan agar masyarakat tidak mempercayai mitos-mitos seputar buaya sehingga membuat masyarakat menurunkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan ini, karena faktanya buaya merupakan hewan liar yang bisa menyerang kapan saja jika mereka merasa terancam atau lapar,” tegasnya.
Diketahui, korban bernama Sani (35) warga Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, kabupaten Kotawaringin Timur mengalami serangan buaya ketika sedang mandi di sungai mentaya pada 4 April 2025 sekitar 09.00 WIB.
Adapun proses pencarian melibatkan Basarnas Palangkaraya, Pos SAR Sampit, Polairud Polda Kalteng, Polres Kotim, TNI, BKSDA Pos Sampit, BPBD Kotim, perangkat desa dan masyarakat setempat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post