SAMPIT – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah berkontruksi semi permanen di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Rumah tersebut habis dilalap api hingga rata dengan tanah pada Selasa sore, 3 September 2024, sekitar pukul 17.40 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena penghuninya, Mariyan (30), sedang bekerja di luar. Hal ini membuat api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan tanpa ada upaya penyelamatan dari dalam rumah.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim, Atumaraahini, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
“Saat itu pemiliknya sedang bekerja, dan rumah dalam keadaan kosong, sehingga diduga sementara penyebab api berasal dari korsleting listrik,” ungkap Atumaraahini. Rabu 4 Agustus 2024.
Api yang berkobar dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah, menghanguskan semua yang ada di dalamnya, termasuk barang-barang berharga dan sepeda motor milik korban. Akibat peristiwa ini, Mariyan diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp 300.000.000.
Ketika api sudah sepenuhnya melalap rumah, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan sisa-sisa kobaran api dan mencegahnya menjalar ke rumah lainnya di sekitar. Sayangnya, karena material rumah yang mudah terbakar, bangunan tersebut tidak dapat diselamatkan dan kini rata dengan tanah.
Meskipun kebakaran tersebut menyebabkan kerugian besar, beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini. Namun, peristiwa ini tetap meninggalkan luka mendalam bagi Mariyan yang harus kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang berharganya dalam sekejap.
Bangunan rumah yang memiliki luas sekitar 5 x 16 meter persegi tersebut kini hanya menyisakan puing-puing yang telah hangus.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post