SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memberikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit UMSA) yang berhasil lolos dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya Jawa Timur (Jatim). Hal ini disampaikan dalam audiensi dirinya bersama mahasiswa UMSA yang terpilih tersebut.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang diraih oleh mahasiswa UMSA. Ini membuktikan bahwa anak-anak muda kita memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa,” ujar Halikinnor, Rabu 4 September 2024.
Halikinnor juga berharap agar mahasiswa UMSA dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama Kotim di kancah nasional. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak cepat puas dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya.
“Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkarya,” tambah Halikinnor.
Sementara Rektor UMSA Ramadan mengungkapkan ada empat universitas se-Kalimantan yang mendaftarkan diri ke Pimnas diantaranya Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman dan Universitas Muhamadiyah Sampit. Namun yang berhasil lolos hanya Universitas Muhamadiyah Sampit.
“Alhamdulillah diantara 4 Universitas se-kalimantan ini berkas Muhammadiyah Sampit yang lolos. Teman-teman mahasiswa atas bimbingan dosen kita walaupun usia kampus kita ini baru bernama Universitas kita bisa tampil di ajang nasional. Ini satu hal yang luar biasa bagi kami dan satu kesempatan untuk menyampaikan bahwa salah satu perguruan tinggi yang ada di Kotim bisa ikut serta di ajang nasional,” ungkapnya.
Sedangkan Gita Anggraini selalu dosen pembimbing menyampaikan ada tiga mahasiswanya yang akan mengikuti Pimnas yang dimulai dari 14-19 Oktober 2024 . Mereka
Dijelaskan, Pimnas ini adalah kegiatan puncak dari program kreativitas mahasiswa. Jadi sebelumnya mahasiswa ini diminta untuk membuat proposal kemudian diseleksi dan lolos Kemudian didanai untuk melakukan kegiatan.
“Jenis kegiatan di PKM ini ada banyak sebenarnya untuk di dana itu ada 8 bidang mulai dari riset kewirausahaan, pengabdian masyarakat, video gagasan konstruktif, dan lain-lain. Kebetulan mahasiswa kami yang lolos di Pimnas 2024 ini bidangnya adalah pengabdian masyarakat, ” ungkapnya.
Lanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mitigasi bencana kepada anak-anak usia dini terkai kabut asap. Diungkapkan sebagaimana diketahui bahwa bencana kabut asap ini hampir terjadi setiap tahun di Kota Sampit dan Kabupaten Kotim secara umum.
Sementara anak usia dini merupakan kelompok rentan ketika terjadi bencana kabut asap. Terkait ini di Kementerian Pendidikan sendiri sebenarnya di Pendidikan Anak Usia Dini itu harus ada pendidikan mitigasi bencana agar anak-anak usia rentan ini berkurang.
“Inilah yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit adalah memberikan mitigasi bencana kepada anak usia dini. Mereka membuat sebuah model pendidikan mitigasi bencana dengan menggunakan kearifan lokal yang kita punya yaitu bakesah, ” tutupnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post