SAMPIT – Mayat laki-laki yang ditemukan warga di Sungai Mentaya Hulu, Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan warga Desa Tumbang Mangkup, Kecamatan Telaga Antang, bernama Markawi (66).
Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Noor Iksan. Dia mengatakan bahwa almarhum ditemukan warga mengapung di sungai dengan keadaan masih menggunakan kaos putih dan celana pendek warna biru.
“Almarhum merupakan warga Desa Tumbang Mangkup,” ucapnya kepada wartawan ini, Senin, 27 Mei 2024.
Dijelaskannya, bahwa pihak keluarga almarhum menolak otopsi. Saat ini jasad Markawi sudah dibawa pihak keluarga ke Desa Tumbang Mangkup.
Terpisah, Kades Tumbang Mangkup, Abdul Qadir Jailani membenarkan bahwa almarhum merupakan warganya. Sebelum hilang almarhum pergi mencari kayu bakar di hutan belakang kampung.
“Benar almarhum merupakan warga kami. Sebelumnya, almarhum izin dengan keluarganya untuk mencari kayu bakar di hutan. Saat itu ia tidak kembali lagi dirumah,” katanya saat dikonfirmasi wartawan ini.
Lanjutnya, Markawi hilang tanpa kabar sudah empat hari sejak Jumat, 24 Mei 2024 sore. Namun menurut informasi dari anak-anak di pinggir sungai bahwa mengambil perahu kecil.
“Informasi dari anak-anak pinggir sungai, pernah melihat almarhum menimba perahu Ces. Soalnya (Markawi.red) punya perahu ces,” ujarnya.
Kemudian, keluarga dari almarhum melaporkan ke Pihak Kepolisian Pos Polisi Tumbang Sangai dan berusaha mencari dan mendatangi paranormal untuk mengetahui keberadaan dari Markawi.
“Menurut orang pintar (paranormal,red) almarhum berada di darat bukan di sungai, makanya kami fokus mencari di darat selama empat hari itu. Kami tidak kepikiran untuk mencari di sungai,” imbunya
“Hingga pagi tadi kami terus mencari. Namun tiba-tiba ada telepon dari orang kalau ada menemukan mayat di Tanjung Jeringau dengan ciri-ciri yang sama seperti orang yang kami cari,” sambungnya.
Kemudian, setelah mendatangi informasi penemuan mayat yang larut di sungai itu. Ternyata benar mayat tersebut merupakan orang hilang yang mereka cari. Kemudian saat itu pihak keluarga langsung membawa ke kampung halamannya.
“Untuk jasad almarhum pihak keluarga langsung dimakamkan di Desa kami. Untuk masalah otopsi memang benar pihak keluarga yang meminta. Dan mereka ikhlas terhadap kematian almarhum,” tutupnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post