SAMPIT – Air pasang di sungai Mentaya sekaligus hujan yang turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa jam pada Senin, 15 April 2024 malam, menyebabkan sejumlah ruas jalan di kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur terendam banjir yang cukup parah bahkan sampai masuk ke rumah warga.
“Sejak pagi ini sudah banyak kendaraan roda dua yang mogok lantaran tidak mengetahui adanya banjir yang cukup dalam di jalan ini. Akhirnya mereka terpaksa melewati jalan dan mengakibatkan mogok pada mesin kendaraan,” ujar salah seorang warga Jalan H Anang Santawi, Umar, Selasa, 16 April 2024.
Menurutnya banjir kali ini cukup parah karena dibarengi dengan air pasang. Bahkan banjir ada yang mencapai lutut orang dewasa. Namun kondisi banjir ini sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi warga setempat lantaran tidak hanya sekali terjadi terutama pada tahun 2024 ini sejak awal tahun sudah hampir lima kali terjadi banjir.
“Bahkan anak anak juga memanfaatkan kondisi banjir ini untuk berenang di halaman rumah serta pinggir jalan. Karena memang kondisi air yang cukup dalam bisa digunakan untuk berenang,” ungkapnya.
Sementara itu dari pantauan, banjir terjadi tidak hanya di wilayah perkotaan saja namun juga di sejumlah perumahan salah satunya di jalan pramuka yang mana banjir masuk ke dalam rumah warga sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
“Banjirnya turun naik sudah sejak kemarin. Kalau sore menjelang malam pasti air kembali naik sampai masuk ke dalam rumah namun kalau sudah pagi menjelang siang air akan turun. Menurut warga di sini banjir tersebut kiriman dari wilayah atas dan juga diakibatkan jalur air atau Drainase di perumahan ini kurang memadai untuk meneruskan air ke Drainase besar yang sudah disediakan pemerintah di pinggir jalan besar Pramuka,” ujarnya.
Sementara itu pemilik warung sembako di wilayah Jalan Suprapto Selatan yakni Udi mengatakan, dirinya tetap buka meskipun banjir terjadi lantaran sudah hampir satu pekan libur untuk memperingati Idul Fitri 1445 Hijiriah.
“Jadi sudah banyak pelanggan yang menunggu untuk belanja, karena saya ini tempat grosir untuk warung-warung kecil. Semoga banjir cepat turun, karena mempengaruhi juga jumlah pengunjung ke toko. Biasanya sejak pagi sudah banyak yang datang, sekarang sudah hampir pukul 10.00 WIB toko masih sepi,” bebernya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post