SAMPIT — Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Cipto Utama menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman, dalam kegiatan peningkatan kompetensi pendidik agama Islam se-Kotim.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabid GTK yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi kita semua dalam mengajar PAI di SMP, karena kita tahu zaman terus berkembang, kita harus kreatif agar anak-anak kita juga lebih kreatif,” ujar Cipto Utama, Senin 20 April 2026.
Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru PAI memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan daerah menuju Kotim unggul 2045, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
“Kalau mencari orang pintar banyak, tetapi siswa yang berakhlak ini masih menjadi PR kita semua. Oleh karena itu melalui peningkatan guru PAI ini saya sangat berharap anak didik kita menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, selalu menjalankan ajaran agama Islam dengan benar sehingga minimal salat lima waktu itu tidak ditinggalkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong para guru untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa, termasuk kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, serta mendorong siswa laki-laki untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid.
Menurutnya, peran guru harus didukung oleh keterlibatan orang tua di rumah agar pembinaan karakter anak berjalan optimal.
“Ini tidak terlepas juga dari peran aktif orang tua. Di rumah orang tua diharapkan bisa mengawasi anak-anak kita, sehingga pendidikan karakter bisa berjalan seimbang antara sekolah dan keluarga,” tambahnya.
Cipto juga menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini, guru PAI dapat memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, sekaligus menjadi motor penggerak dalam menciptakan generasi emas yang berakhlakul karimah.
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Disdik Kotim, Edi Sucipto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru PAI, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Ini kegiatan yang tiap tahun diselenggarakan. Tahun ini kita melalui MGMP khusus guru PAI SMP, dengan tujuan bagaimana guru-guru PAI punya kontribusi maksimal terhadap pengembangan karakter siswa di sekolah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 75 guru PAI dari SMP negeri se-Kotim, dengan fokus utama pada penguatan karakter siswa melalui pembelajaran yang lebih inovatif.
“Peserta kita ada 75 guru agama Islam khusus untuk SMP Negeri se-Kabupaten Kotim. Harapannya guru PAI menjadi pendobrak untuk memastikan siswa-siswa di sekolah adalah siswa yang berkarakter dan punya akhlakul karimah,” jelasnya.
Selain itu, materi yang disampaikan juga menyesuaikan dengan kebijakan terbaru dalam dunia pendidikan, termasuk penerapan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
“Materi yang ditekankan berkaitan dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang struktur kurikulum yang tidak berubah, tetapi diminta untuk menambahkan mode pendekatan deep learning. Jadi materi PAI kita kolaborasikan dengan implementasi pembelajaran mendalam di kelas,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengadaptasi metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter peserta didik.
Dengan sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan orang tua, dan kebijakan pendidikan yang tepat, Disdik Kotim optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral menuju Indonesia yang lebih baik.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post