SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah, mengingatkan para guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan tantangan generasi digital di era kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, pendekatan pembelajaran di sekolah harus menyesuaikan karakter peserta didik masa kini yang serba cepat dan terbiasa dengan teknologi.
“Anak-anak kita sekarang terbiasa dengan gawai. Kalau dalam lima detik pertama pembelajaran tidak menarik, mereka akan langsung beralih. Inilah tantangan guru di era digital,” ujar Irfansyah, Kamis 6 November 2025.
Ia menekankan, guru tidak bisa lagi mengajar dengan cara lama. Sebaliknya, mereka harus mampu mengelola kelas secara kreatif dan inovatif agar siswa tetap antusias belajar.
“Kita tidak bisa melarang anak bermain HP, karena sekarang itu sudah menjadi kebutuhan. Justru tugas kita adalah mengarahkan agar teknologi digunakan untuk belajar,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Irfansyah juga mengapresiasi konsistensi para guru yang terus berjuang menghadapi perubahan sistem pembelajaran di tengah era digitalisasi.
“Saya sampaikan terima kasih kepada bapak ibu guru yang tetap konsisten mendidik anak-anak kita walaupun dengan berbagai tantangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, transformasi pendidikan juga terlihat dari penyesuaian kebutuhan sekolah.
“Kalau dulu BOS digunakan untuk membeli kapur, sekarang sudah bergeser menjadi pembelian listrik atau pulsa. Ini contoh nyata bahwa pendidikan kita sudah beradaptasi dengan zaman,” katanya.
Irfansyah berharap kegiatan pendampingan pembelajaran mendalam ini menjadi momentum penting bagi guru untuk memperdalam kompetensi, memperkuat refleksi, serta meningkatkan kolaborasi antarpendidik.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan terbuka terhadap hal baru. Hasilnya nanti harus benar-benar diterapkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post