SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mengungkap penyebab utama terjadinya hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis 6 November 2025.
Fenomena tersebut disebabkan oleh aktivitas awan cumulonimbus (CB) dengan suhu puncak sangat rendah hingga lebih dari minus 100 derajat celcius.
Prakirawan BMKG Stamet H Asan Sampit, Rizaldo Raditya menjelaskan, awan CB memiliki potensi kuat menghasilkan hujan lebat, kilat, petir, hingga angin kencang akibat dorongan udara dingin dari atas ke bawah atau yang dikenal dengan istilah downdraft.
“Saat ini terpantau suhu puncak awan lebih dari minus 100 derajat celcius. Kondisi itu menyebabkan potensi besar terjadinya hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Kotim,” terangnya, Kamis 6 November 2025.
Ia menambahkan, kondisi atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, turut dipengaruhi oleh beberapa fenomena global yang terjadi bersamaan, seperti Southern Oscillation, Madden Julian Oscillation (MJO), dan Gelombang Kelvin.
“Ketiga fenomena global tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan, sehingga intensitas curah hujan hari ini cukup tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, Rizaldo memastikan saat ini awan CB penyebab hujan deras dan angin kencang di Kotim sudah melemah.
“Pantauan terbaru menunjukkan awan CB sudah meluruh, sehingga potensi angin kencang susulan sudah rendah,” katanya.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama musim hujan berlangsung.
“Kotim sudah memasuki musim hujan, dan karena masih ada aktivitas fenomena global yang aktif, curah hujan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan,” pesan Rizaldo.
Sebelumnya, angin kencang disertai hujan deras menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa wilayah Kotim. Di Kecamatan Cempaga Hulu, atap bangunan minimarket terangkat dan beterbangan.
Sementara di Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, pohon besar tumbang hingga menutup badan jalan. Di kawasan Jalan Tjilik Riwut dekat Kompi Antang, papan reklame berukuran besar juga ambruk diterpa angin kuat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post