SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan instansi terkait untuk menjaga kesehatan mental siswa. Hal ini menanggapi temuan Dinas Kesehatan yang mendapati banyak pelajar mengalami gejala kecemasan.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah menyebut masa remaja merupakan fase rawan, sehingga pendampingan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.
“Hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan ini menjadi perhatian serius kita semua. Anak-anak berada pada masa remaja yang rentan, sehingga kesehatan mental harus kita jaga bersama,” ujarnya, Selasa 23 September 2025.
Disdik berencana memperkuat layanan bimbingan konseling (BK) di sekolah, sekaligus membangun kerja sama erat dengan Dinas Kesehatan. Selain itu, peran keluarga juga ditekankan agar anak-anak lebih mendapat dukungan emosional di luar lingkungan sekolah.
“Sekolah harus mengoptimalkan kegiatan positif, baik akademik maupun non-akademik, sehingga anak-anak bisa menyalurkan energi dan pikirannya ke arah yang bermanfaat. Mari bersama kita wujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tambahnya.
Dengan adanya keterlibatan aktif semua pihak, Disdik optimistis risiko gangguan mental pada pelajar dapat ditekan. Lebih jauh, langkah ini diharapkan menjadi pondasi untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berdaya saing, sekaligus seimbang secara emosional.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post