SAMPIT – Dunia pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua siswi SMPN 1 Sampit, Elena Giselle Lantang dan Ilonka Resky Hyskia, resmi dilepas Bupati Kotim Halikinnor untuk mengikuti kompetisi riset internasional bertajuk International Research Competition di Multimedia University, Cyberjaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22–28 September 2025 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih kedua siswi tersebut.
“Kami sangat bangga karena Elena dan Ilonka tidak hanya membawa nama baik sekolah dan daerah, tetapi juga mewakili Indonesia di ajang internasional. Ini tentu sebuah capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas pendidikan di Kotim mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya, Rabu 17 September 2025.
Irfansyah menuturkan, keberangkatan kedua duta peneliti muda ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kotim melalui arahan Bupati Halikinnor.
“Selain dukungan moral, pemerintah juga menyiapkan advokasi dari para pembimbing serta dukungan pendanaan agar anak-anak kita ini bisa tampil maksimal di Malaysia. Ini bentuk nyata kepedulian pemkab terhadap pengembangan bakat dan potensi siswa,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan pelajar Kotim dalam ajang internasional ini bukanlah hal instan, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan bimbingan berkelanjutan dari guru serta dukungan orang tua.
“Mereka telah melalui seleksi di tingkat nasional dan berhasil lolos menjadi wakil Indonesia. Kami berharap semangat ini bisa menular ke pelajar lainnya agar terus berprestasi,” tambahnya.
Irfansyah juga menekankan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami berkomitmen terus mendorong inovasi dan kreativitas peserta didik. Bakat riset yang ditunjukkan Elena dan Ilonka merupakan bukti bahwa generasi muda Kotim punya potensi besar untuk bersaing di kancah dunia,” tegasnya.
Ia berharap, prestasi yang diraih oleh kedua siswi SMPN 1 Sampit ini dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya di Kotim.
“Kami ingin anak-anak di daerah ini berani bermimpi besar, punya daya juang tinggi, dan percaya diri bahwa mereka juga bisa berkiprah di level internasional. Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap langkah positif demi kemajuan dunia pendidikan,” tutup Irfansyah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post