SAMPIT – Pemeriksaan kesehatan pelajar kembali jadi perhatian serius di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dinas Pendidikan setempat menyatakan dukungan penuh terhadap program skrining kesehatan bagi siswa usia 7 hingga 17 tahun, yang dilakukan di sekolah maupun puskesmas.
Kepala Disdik Kotim, M Irfansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk perlindungan terhadap tumbuh kembang anak didik.
“Kami sangat mendukung karena kegiatan ini penting untuk menjaga kesehatan anak-anak. Pemeriksaan berkala dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan sejak dini, sebelum menjadi lebih serius,” ujarnya, Rabu 30 Juli 2025.
Menurutnya, kesehatan yang prima merupakan fondasi bagi keberhasilan belajar di sekolah. Ia mendorong semua sekolah aktif bekerja sama dengan tenaga kesehatan agar program ini berjalan maksimal dan merata.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim memastikan program skrining menjangkau pelajar di seluruh kecamatan, mulai dari taman kanak-kanak hingga jenjang SMA.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk melaksanakan skrining di sekolah-sekolah. Semua puskesmas sudah diinstruksikan untuk aktif menjangkau peserta didik,” terang Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan siklus hidup untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mencegah komplikasi, hingga menurunkan risiko kecacatan dan kematian akibat penyakit tidak terdeteksi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post