SAMPIT — Sebanyak 62 guru asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinyatakan lulus yudisium Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Momentum ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi para guru, tapi juga menandai loncatan besar bagi dunia pendidikan daerah.
“Ini adalah investasi besar untuk masa depan pendidikan kita. Para guru ini kuliah dengan biaya sendiri, dan kami di Dinas Pendidikan memberikan penugasan serta dukungan penuh,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, Kamis 5 Juni 2025.
Para guru tersebut mengikuti pendidikan pascasarjana secara mandiri, namun tetap melalui mekanisme izin resmi dari Dinas Pendidikan. Komitmen inilah yang membuat UMPR memberikan penghargaan kepada Irfansyah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMPR di Palangka Raya, oleh Dekan FKIP Hendri dan disaksikan langsung oleh Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, MAP.
Irfansyah menyatakan kekagumannya atas dedikasi para guru. Menurutnya, keberanian mereka menempuh pendidikan S2 secara mandiri mencerminkan kesadaran kolektif bahwa mutu pendidikan hanya dapat dicapai melalui peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
“Mereka menyadari bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur atau kurikulum, tapi juga harus ditopang oleh SDM yang kuat. Ini bukti keseriusan mereka,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mencetak pendidik berkualitas. Dinas Pendidikan Kotim, katanya, membuka ruang seluas-luasnya bagi tenaga pendidik yang ingin meningkatkan kapasitas akademik.
“Kalau ada yang ingin melanjutkan studi dan memenuhi syarat, kami pasti bantu. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi guru-guru lain,” tutup Irfansyah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post