SAMPIT – Calon guru penggerak angkatan 11 di kabupaten Kotawaringin Timur berhasil menyelesaikan tahapan akhir pendidikan guru penggerak, yaitu lokakarya 7 melalui kegiatan panen hasil belajar yang diselenggarakan di Citimall Sampit pada 7 Desember 2024.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim Muhammad Irfansyah menyampaikan, berdasarkan instruksi dari Kementerian nantinya seluruh guru di Indonesia harus mengikuti pelatihan guru penggerak.
“Hingga saat ini ada 168 guru penggerak yang telah lulus di kabupaten Kotim yang mana terakhir pada angkatan 11 dan sudah ada 13 orang diangkat menjadi kepala sekolah, 8 orang menjadi pengawas sekolah,”ujarnya, Sabtu 7 Desember 2024
Sehingga diharapkan guru penggerak bisa menjadi pemimpin di satuan pendidikan masing-masing dan jadilah guru yang bergerak, tergerak dan menggerakkan sekitarnya.
“Saya berpesan, teruslah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyesuaikan regulasi yang ada meskipun nantinya pasti akan terus berubah dengan menyesuaikan perkembangan zaman, apalagi sekarang sudah di era digitalisasi sehingga secara bertahap guru-guru kita, juga diberikan bekal ilmu pengetahuan di bidang ini,”ucapnya.
Sementara itu Ardian Mustika Fajar selaku Ketua Tim Kerja 2 BGP Kalteng mengatakan, diharapkan guru penggerak mampu melibatkan peran serta guru lainnya, serta mampu memberikan pembelajaran yang lebih baik.
“Kemudian berkolaborasi untuk mengembangkan sekolah, mengembangkan ekosistem pembelajaran secara holistik dan terakhir mampu mengimbasi satuan pendidikan,”ucapnya.
Ia berharap guru penggerak tetap semangat memberikan inovasi dalam dunia pendidikan walaupun kedepannya akan banyak tantangan dan Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim yang selalu mensupport kegiatan guru penggerak.
“Sehingga banyak calon guru penggerak yang mampu menyelesaikan pendidikan ini dan program guru penggerak bisa sukses dilaksanakan di Kabupaten Kotim,”ujarnya.
Terpisah, Abdul Fuad selaku Guru Penggerak menyampaikan, selama program guru penggerak ia banyak sekali mendapatkan perubahan tidak hanya pada diri sendiri, namun juga terhadap siswa, keluarga, lingkungan sekolah dan juga praktisi.
“Saya berharap teman-teman yang belum mendaftar sebagai guru penggerak semoga semuanya bisa mendaftar dan dapat menjadi guru penggerak,”imbuhnya
Guru penggerak lainnya yaitu Narulita Eka Sari mengatakan, pada awalnya Ia mengikuti program guru penggerak karena anjuran dari rekan sejawat dan tidak berpikir akan berhasil lolos hingga ke tahap akhir.
“Ternyata tuhan izinkan saya boleh sampai di babak akhir penyisihan. Dengan mengikuti program guru penggerak ini saya merasakan perubahan signifikan, terutama pengimbasan kepada murid yang pada awalnya saya hanya guru yang menuntut untuk diperhatikan dan segalanya berpusat kepada saya,”ujarnya.
Terutama lanjutnya, dulu dirinya menuntut agar nilai peserta didik mencapai batas KKM. Namun setelah mengikuti program guru penggerak dirinya menyadari bahwa keputusan yang ia ambil itu tidaklah bijak.
“Melalui program guru penggerak ini, saya banyak belajar hal yang baru bahwa segala sesuatunya yang kita lakukan harus berpusat pada murid, supaya murid memperoleh hasil belajar yang maksimal,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post