SAMPIT – Kegiatan bimbingan teknis pengembangan manajerial guru penggerak di kabupaten Kotawaringin Timur yang diselenggarakan Dinas Pendidikan setempat telah berakhir. Kegiatan yang diselenggarakan sejak 4 Desember 2024 ini diharapkan terus berlanjut.
Salah seorang guru penggerak yang menjadi peserta dalam kegiatan ini Hendriyono menyampaikan, melalui Bimtek peningkatan kemampuan manajerial guru mampu membuka paradigma baru dan wawasan baru bagi para peserta khususnya yang ia rasakan.
“Sehingga saat kami nantinya menjadi kepala sekolah dapat mampu berpikir positif untuk menyelesaikan apapun masalah yang terjadi di satuan pendidikan masing-masing,”ujarnya, Jumat 6 Desember 2024.
Menurutnya melalui kegiatan ini juga narasumber yang dihadirkan oleh dinas pendidikan setempat memberikan mindset kepada para peserta untuk berani menghadapi tantangan zaman dan terus mengembangkan diri.
Dirinya sangat berterima kasih kepada dinas pendidikan yang telah menghadirkan narasumber menginspirasi yang memberikan efek luar biasa kepada para peserta dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan sekarang ini yang semakin kompleks.
“Apalagi di era digital ini kita sangat memerlukan motivasi dalam menjalankan setiap tugas,”ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan pertimbangan selama beberapa tahun terakhir guru-guru di Kotim hanya mengikuti kegiatan dalam jaringan.
“Sehingga kami berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan offline yang ternyata disambut antusias para peserta. Kami berharap melalui kegiatan ini khususnya guru penggerak dapat menjadi lebih baik dan mampu melakukan manajerial yang baik di setiap satuan pendidikannya,”kata Irfan.
Terutama lanjutnya untuk meningkatkan kualitas diri yang mana pada saat ini banyak sekali perlombaan guru yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta hingga ke tingkat nasional.
“Terutama dalam Jambore guru tingkat nasional biasanya akan ada Perlombaan yang kategorinya guru berdedikasi inovatif dan berprestasi,”bebernya.
Dicontohkannya salah seorang guru di desa Ganepo Kecamatan MB Ketapang. Yaitu ada seorang guru yang selalu rajin hadir ke sekolah meskipun pada saat sekolah direndam banjir dan diketahui di wilayah itu beberapa kali terlihat kemunculan buaya ketika air pasang bahkan di dekat sekolah pada saat banjir.
“Hal seperti ini bisa masuk dalam kategori berdedikasi,”tegasnya.
Terpisah, Lynis Mindarwati peserta kegiatan Bimtek peningkatan manajerial guru penggerak lainnya menyampaikan, selama mengikuti kegiatan 2 hari Bimtek dirinya mendapatkan sangat banyak sekali manfaat.
“Terutama tentang kepercayaan diri dan penguatan tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin. Selain itu bagaimana membangun relasi pada orang lain, sehingga kita benar-benar menjadi pemimpin yang kolaboratif dan terbuka terhadap perubahan,”ujarnya.
Serta bisa menerima kritikan yang membangun dari kegiatan refleksi yang diberikan di dalam setiap kegiatan.
“Karena melalui kegiatan refleksi itu kita akan menjadi tahu apa yang baik bisa kita lanjutkan dan yang kurang baik bisa kita hentikan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post