SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi kegiatan skrining kesehatan jiwa dan komunikasi efektif yang dilaksanakan pada peserta didik dan orang tua yang ada di TK Fatwa, Kecamatan MB Ketapang, Kotim.
“Dengan dilaksanakannya skrining kesehatan jiwa dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak dapat membangun karakter anak,”kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah, Kamis 10 Oktober 2024.
Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kesehatan mental sedunia Pada 10 Oktober 2024. Kegiatan itu juga dilaksanakan bersama orang tua peserta didik dan lintas sektor seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD Dr Murjani Sampit dan Puskesmas Ketapang 1.
“Melalui kegiatan skrining kesehatan jiwa ini kita dapat mendeteksi lebih awal permasalahan mental dan emosional pada anak sekolah, sehingga bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik,”jelasnya.
Melalui kegiatan ini juga anak-anak akan diberikan bekal agar peserta didik Mampu menghadapi tantangan dan memiliki daya Tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar. Yang mana ada empat kriteria utama seseorang dinyatakan sehat jiwa yaitu produktif mengenali potensi diri, mampu mengolah stress dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain.
“Mengingat perkembangan fisik yang pesat kadang-kadang tidak disertai dengan perkembangan jiwa dan spiritual yang matang sehingga ketika mereka beranjak remaja bisa mengalami ketidakseimbangan dalam kejiwaannya,”kata Irfan.
Kondisi ini jika terus berlanjut dan tidak segera mendapatkan penanganan akan berakibat buruk bagi perkembangan selanjutnya baik dalam pengendalian emosi maupun dalam berperilaku.
Kesehatan jiwa anak merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan anak dan remaja di sekolah, serta menjadi penentu masa depan mereka di masyarakat. k
Kondisi itu kita pertimbangkan karena melihat anak dan remaja banyak menghabiskan hampir sebagian besar waktu mereka di sekolah.
“Maka dari itu sekolah menjadi tempat yang penting untuk melakukan deteksi dan intervensi dini persoalan atau kesulitan emosi dan perilaku yang mungkin mereka hadapi,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post