PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp432 miliar untuk program “listrik menyala” yang ditargetkan menjangkau setiap rumah di desa. Program ini akan dilaksanakan di 14 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Lamandau, yang akan mendapatkan fasilitas untuk 1.100 rumah.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, menyampaikan hal ini dalam acara ramah tamah dengan tokoh masyarakat di Kabupaten Lamandau. “Kita sudah siapkan Rp432 miliar untuk program listrik menyala. Program ini diharapkan dapat meratakan jaringan listrik di seluruh desa, sehingga tidak ada lagi desa yang belum teraliri listrik,” ujarnya, Kamis 10 Oktober 2024.
Sugianto menjelaskan, dengan adanya program ini, masyarakat akan merasakan manfaat dari penerangan di rumah mereka. “Rumah akan terang benderang, dan anak-anak bisa bermain di luar pada malam hari berkat adanya cahaya,” tambahnya. Lebih jauh, Gubernur menegaskan bahwa program listrik menyala tidak hanya bertujuan untuk menerangi rumah warga, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Dengan listrik yang memadai, akses terhadap teknologi dan informasi diharapkan dapat lebih mudah diperoleh. Sugianto juga menekankan pentingnya penerangan di jalan-jalan utama desa di Kabupaten Lamandau. Hal ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan tindak kejahatan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk memantau secara berkala pelaksanaan program ini agar tepat sasaran dan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya. Dengan langkah ini, diharapkan kehidupan masyarakat pedesaan di Kalimantan Tengah akan semakin baik dan berdaya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post